Bisnis Paramount Land Terpengaruh Pelemahan Rupiah

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 09 Oct 2015 19:07 WIB
paramount land
Bisnis Paramount Land Terpengaruh Pelemahan Rupiah
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Metrotvnews.com, Jakarta: President Director Paramount Enterprise Ervan Adi Nugroho mengakui, kondisi nilai tukar rupiah yang beberapa waktu lalu mengalami pelemahan sedikit banyak memberikan dampak bagi laju bisnis. Namun, dampak itu tidak terlalu besar.

‎"Pengaruh rupiah yang melemah tidak besar untuk kita, karena kita kebanyakan masih menggunakan bahan dalam negeri. Produk dari luar (impor) sangat kecil," tutur Ervan, ditemui di acara Coffee Break, di Senayan City, Jakarta, Jumat (9/10/2015).

Sebenarnya, Paramount Enterprise menginginkan agar gerak rupiah bisa berada di posisi Rp11.000 per USD sampai dengan Rp12.000 per USD. Sayangnya, keinginan itu tidak terwujud. Bahkan, gerak nilai tukar rupiah justru tembus dari target pemerintah yang berada di posisi Rp13.500 per USD.

Meski keinginan itu tidak terwujud, namun Ervan berharap agar pergerakan nilai tukar rupiah bisa stabil. Tidak seperti pergerakan nilai tukar rupiah yang beberapa waktu lalu mengalami tekanan luar biasa. 

‎"Pengaruh rupiah melemah sebesar lima persen terhadap cost kita. Makanya kami harapkan tetap stabil. Tidak bergejolak. Kalau bergejolak pastinya kita lakukan revisi ulang dan melihat terus menerus keadaan," ungkapnya.

Selain nilai tukar rupiah, pengembang juga banyak mengeluhkan sejumlah peraturan pemerintah yang membuat situasi dan kondisi bisnis tidak kondusif dan aktivitas bisnis sulit bergerak, seperti masalah pajak dan lainnya.

"Itu kan masih wacana masalah pajak. Jadi, peraturan pemerintah itu membuat pengembang dan konsumen sulit bergerak dan tidak kondusif. Itu‎ yang jadi heboh," tutup Ervan.


(ABD)