Penyewa Tempat di Pelabuhan Merak Keluhkan Besarnya Biaya Listrik

Batur Parisi    •    Jumat, 09 Oct 2015 20:29 WIB
pelabuhan merak
Penyewa Tempat di Pelabuhan Merak Keluhkan Besarnya Biaya Listrik
Pelabuhan Merak. Foto: MI/Angga Yuniar

Metrotvnews.com, Merak: PT ASDP Indonesia Ferry Merak diduga membisniskan listrik kepada para penyewa aset di lingkungan Pelabuhan Merak.

Salah seorang pedagang makanan di sekitar pelabuhan, Suyati, 43, mengaku membayar tagihan listrik hingga Rp1 juta setiap bulannya. "Padahal saya hanya menggunakan kipas angin dan satu kulkas. Belum lagi sewa tempatnya mencapai Rp4-5 juta per bulan," kata dia, ditemui di warungnya, Jumat (9/10/2015).

Junardi, pedagang oleh-oleh pun mengalami nasib sama. Hanya menggunakan listrik untuk lampu, kipas angin, dan kulkas, tagihan listriknya mencapai Rp964 ribu. "Di sini kami kebingungan harus mengadu ke siapa," kata dia.

Salah satu perusahaan pelayaran yang menyewa kantor di sana juga mengeluhkan pembayaran listrik ini. "Setiap bulan kami harus membayar Rp6 juta. Itu belum termasuk sewa kantor," kata salah satu petugas.

Bahkan, kata dia, ada waralaba yang harus membayar tagihan listrik hingga belasan juta rupiah setiap bulannya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT ASDP Indonesia Ferry Merak, tak bersuara dengan anomali tagihan listrik ini. Konfirmasi melalui sambungan telepon pun tak diangkat.


(UWA)