Tangerang Selatan Kuat Jadi Kota Perdagangan dan Jasa

Arga sumantri    •    Sabtu, 10 Oct 2015 01:10 WIB
tangerang selatan
Tangerang Selatan Kuat Jadi Kota Perdagangan dan Jasa
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie (Foto:MTVN/Arga)

Metrotvnews.com, Tangerang: Setiap kabupaten dan kota di Indonesia punya potensi daerahnya masing-masing, tak terkecuali Kota Tangerang Selatan. Kota yang sebentar lagi genap berusia tujuh tahun itu dinilai cukup kuat menjadi kota perdagangan dan jasa.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie menerangkan ada banyak faktor yang membuat Tangerang Selatan punya potensi kuat sebagai kota perdagangan dan jasa. Pertama soal potesi pasar. Saat ini, penduduk Kota Tangerang Selatan berjumlah sekitar 1,4 juta jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk mencapai 3,8 persen. Prediksinya, saat tahun 2030, Tangerang Selatan bakal dihuni oleh 3 juta jiwa.

Sekitar 70 persen dari jumlah penduduk Tangerang Selatan itu merupakan masyarakat dengan pendapatan ekonomi menengah. "Dengan daya beli rata-rata, Rp700 hingga Rp1 juta per-orang, per-bulan. Ada kekuatan sosial dan ekonomi di sana," kata Benyamin di kawasan Buaran, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (9/10/2015).

Faktor lainnya yakni laju pertumbuhan ekonomi Tangerang Selatan yang mencapai 8,4 persen. Angka ini lebih tinggi dari rata-rata laju pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya mencapai 5,6 persen.

Selain punya laju pertumbuhan ekonomi cukup tinggi, tak bisa dipungkiri Tangerang Selatan juga punya tingkat inflasi yang cukup tinggi. Namun, menurut Benyamin, kondisi itu terjadi lebih karena faktor psikologis pasar. "Saat lebaran misalnya, tingkat inflasi kita tinggi. Karena harga cabai merah naik, lalu daging langka yang kemudian membuat harga naik. Ini komoditi yang menyumbang cukup besar inflasi," terang Benyamin.

"Namun yang lainnya, seperti sembako, relatif stabil. Inflasi bulanan pun masih bisa kita kendalikan, hanya sekitar satu hingga dua persen," tambah Benyamin.

Kota hasil pemekaran Kabupaten Tangerang ini juga punya letak wilayah yang strategis. Selain menjadi wilayah penyangga ibu kota, Tangerang Selatan juga berbatasan langsung dengan kota satelit lainnya, semisal Depok dan Bogor. "Geo Strategis ini juga jadi nilai lebih kota Tangerang Selatan," ungkap Benyamin.

Indikator kuat Tangerang Selatan sebagai kota perdagangan dan jasa juga terlihat dari pendapatan asli daerah (PAD) Kota Tangerang Selatan yang meningkat signifikan. Peningkatan PAD Tangsel, 72 persen diantaranya berasal dari investasi swasta di sektor tersier, seperti Hotel, restoran, dan lain-lain.

"Atas data tersebut, Tangsel memang tidak di desain sebagai kota industri atau kota wisata. Kalau kota industri sudah ada yang lebih siap, seperti Karawang dan lainnya. Ataupun kota wisata, kita tentu tidak bisa mengejar daerah Carita misalnya," papar Benyamin.

"Maka dari itu, Kota Tangerang Selatan sejak kemarin, hari ini, dan kedepan, akan tetap jadi kota perdagangan dan jasa. Harapannya seperti itu" pungkas Benyamin.


(ALB)

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

1 day Ago

Fredrich menyesalkan sikap JPU KPK yang dinilai sengaja tidak mau menghadirkan sejumlah saksi k…

BERITA LAINNYA