Ada Perang Ide di Debat Pilkada Solo

Pythag Kurniati    •    Sabtu, 10 Oct 2015 10:45 WIB
pilkada serentak
Ada Perang Ide di Debat Pilkada Solo
Debat terbuka calon wali kota dan wakil wali kota Solo. Foto: MTVN/Pythag

Metrotvnews.com, Solo: Kota Jasa dan Kota Budaya menjadi bahasan dalam Debat Terbuka Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo 2015. Pasalnya konsep-konsep tersebut akan diusung masing-masing pasangan calon.

Pasangan nomor urut satu, Anung Indro Susanto dan Muhammad Fajri, akan mengusung Kota Solo sebagai kota jasa yang berdaya saing. “Daya saing itu terbagi dalam beberapa poin seperti sumber daya manusia, produk dan sistem,” kata Anung, Jumat (9/10/2015).

Dalam janjinya, Anung ingin mewujudkan wajib belajar 12 tahun bagi masyarakat Kota Solo, memberantas putus sekolah dan mendorong pendidikan informal demi mewujudkan SDM berkualitas.

Dari sisi produk, kata Anung, sejumlah tempat di Kota Solo akan dijadikan destinasi wisata hingga mendorong kegiatan kreatif di pasar tradisional. Untuk perbaikan sistem, pasangan ini akan memaksimalkan one day service, one stop service, dan online service. Peningkatan iman dan takwa juga menjadi titik fokus pasangan yang diusung enam parpol ini.

Pasangan nomor urut dua, F.X. Hadi Rudyatmo dan Achmad Purnomo mengatakan akan menjadikan Kota Solo sebagai kota budaya dan menciptakan rakyat yang maju, mandiri dan sejahtera. “Visi tersebut kami akan wujudkan melalui program tiga WMP. Waras, wasis, wareg, mapan dan Papan,” kata Rudy saat memaparkan visi dan misinya.

Rudy-Purnomo akan mewujudkan nawa cita dengan program BPJS Plus, membuka pelayanan cek laboratorium gratis bagi warga berusia 40 tahun ke atas dan bagi ibu hamil. Penambahan rumah sakit daerah, kata Rudy, juga diperlukan. Pasangan yang diusung PDIP ini berjanji mencanangkan program wajib belajar 12 tahun jika terpilih.

Kedua konsep branding Kota Solo ini sempat menjadi perdebatan. Berdasarkan Perda Nomor 10 Tahun 2001, kata Rudy, Kota Solo telah disebut sebagai Kota Budaya.

“Kota Solo disebut Kota Budaya sesuai dengan Perda itu,” demikian disampaikan Rudy dalam pertanyaannya menananggapi keinginan pasangan Anung-Fajri yang menhendaki Solo menjadi kota jasa.

“Kita akan ubah Perda tersebut. Kota Jasa penting diwujudkan lebih dahulu agar masyarakat sejahtera baru bisa mencapai Kota Budaya,” ujar Anung menimpali.

Gelaran Pilkada Serentak 2015 di Kota Solo akan diwarnai persaingan dua paslon untuk mendapatkan suara publik. Paslon nomor urut satu, Anung Indro Susanto dan Muhammad Fajri diusung Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Gerindra, PPP, PAN dan PKS.

Pasangan nomor urut dua F.X. Hadi Rudyatmo dan Achmad Purnomo yang merupakan calon petahana hanya diusung PDIP.


(UWA)