Diperiksa Hypnoforensik, Pembunuh PNF Pura-Pura Terhipnotis

Lukman Diah Sari    •    Sabtu, 10 Oct 2015 16:30 WIB
mayat bocah dalam kardus
Diperiksa Hypnoforensik, Pembunuh PNF Pura-Pura Terhipnotis
Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti----MTVN

Metrotvnews.com, Jakarta: Agus Dermawan, 39, tersangka pencabulan dan pembunuhan bocah dalam kardus, PNF, 9, lihai berkilah saat diperiksa penyidik. Bahkan, residivis kasus narkoba itu sempat mengelabuhi penyidik dengan berpura-pura terhipnotis saat diperiksa hypnoforensik investigator (ahli hipnotis untuk keperluan penyidikan).

Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti mengungkap, saat dilakukan hypnoforensik. Agus bisa dengan mudah mengelabuhi penyidik, "Saat diperiksa dengan teknik hypnoforensik, tersangka ini sempat berpura-pura tidur. dia pura-pura terhipnotis," ujarnya di Ruang Utama, Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Sabtu (10/10/2015).

Krishna mengungkap, teknik hypnoforensik ini sudah lama dikembangkan di kepolisian guna menggali keterangan dari terduga tersangka atau saksi yang belum mau berkata jujur. Dalam hypnoforensik, gerak tubuh terduga tersangka maupun saksi saat menjawab pertanyaan penyidik akan terlihat.

"Teknik ini kami kembangkan untuk memeriksa orang-orang yang tidak mampu bercerita dengan benar," Khrisna.

Namun, kata dia, Agus masih mampu berbohong. Krishna menyebut, Agus sudah lihai dan sangat mengerti dengan teknik invesigasi yang dilakukan penyidik. Namun, penyidik tak lelah. Penyidik tetap melakukan pemeriksaan terhadap Agus dengan menunjukkan alat bukti yang akurat.

"Kami, para penyelidik juga menunjukan bukti-bukti yang akurat kepada yang bersangkutan (Agus)," ucapnya.

Setelah terdesak dengan beragam alat bukti yang disodorkan polisi, Agus pun mengakui perbuatannya. Atas tindakannya ini, Agus dijerat dengan Pasal 340 atau 338 KUHP Jo. Pasal 81 Ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 tentang perubahan atas Undang-undang RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Agus terancam hukuman pidana penjara seumur hidup.


(TII)