Arti di Balik Kostum Pasangan Peserta Pilkada Solo

Pythag Kurniati    •    Sabtu, 10 Oct 2015 16:56 WIB
pilkada serentak
Arti di Balik Kostum Pasangan Peserta Pilkada Solo
Suasana debat terbuka pilkada Solo putaran pertama. Foto-foto: Pythag

Metrotvnews.com, Solo: Tak hanya adu argumen, dua pasangan calon pemilihan kepala daerah Kota Solo juga memperlihatkan ciri khasnya dalam kostum yang mereka pakai selama Debat Terbuka putaran pertama pilkada Kota Solo, Jumat, 9 Oktober, malam tadi.

Pasangan nomor urut satu, Anung Indro Susanto-Muhammad Fajri mengenakan kemeja biru tua bermotif kotak-kotak. Pada bagian saku kemeja kiri tersemat bros berbentuk gunungan bertulis ‘Afi’ (akronim dari Anung-Fajri). Kostum mereka juga diikuti para pendukung yang memadati tempat debat.

“Kami sengaja memakai kemeja yang menunjukkan bahwa kami lebih muda, lebih gesit, kuat dan fresh,” kata Anung saat ditanya ikhwal busananya, Sabtu (10/10/2015).


(Anung Indro Susanto dan Muhammad Fajri tampil mengenakan kemeja biru bermotif kotak-kotak)

Pasangan nomor urut dua F.X. Hadi Rudyatmo-Achmad Purnomo juga tak mau kalah. Mereka memilih kostum lurik dan ikat. Tak terkecuali dengan para pendukungnnya. “Ini upaya menghargai karya anak bangsa. Ini kan tenun bukan hasil mesin. ATBM ini perlu diangkat terus,” kata dia.


(F.X. Hadi Rudyatmo dan Achmad Purnomo memakai baju lurik dengan ikat kepala)

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret Solo, Sri Hastarjo, memberikan tanggapan mengenai kostum yang dikenakan kedua kandidat. Pakar komunikasi politik ini sedikit heran dengan kostum kemeja kotak-kotak pasangan nomor urut satu.

”Di benak masyarakat, kemeja kotak-kotak sudah identik dengan Jokowi. Maka, saya sedikit bertanya-tanya mengapa memakai kemeja kotak-kotak, meskipun warnanya berbeda. Di berbagai alat peraga kampanye, pasangan nomor urut satu memakai kemeja putih. Publik pasti juga menanti dalam debat tersebut pasangan nomor urut satu memakai kemeja putih,” kata dia.

Sebaliknya, Sri melihat pasangan nomor urut dua lebih konsisten dalam berbusana. “Mereka lebih konsisten memilih kostum,” katanya.

Namun, menurutnya, kostum bukan menjadi fokus utama pada debat terbuka. “Publik akan melihat sejauh mana kedua pasangan mengatur waktu, dan emosi saat diserang dengan pertanyaan. Debat kemarin merupakan kesempatan bagi publik untuk mencari pemimpin yang mampu menyelesaikan persoalan dengan kepala dingin,” kata dia

Pilkada Kota Solo akan diikuti dua paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo. Paslon nomor urut satu, Anung Indro Susanto dan Muhammad Fajri diusung oleh enam partai (Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Gerindra, PPP, PAN dan PKS) yang tergabung dalam Koalisi Solo Bersama. Sementara lawannya, F.X. Hadi Rudyatmo dan Achmad Purnomo merupakan calon petahana yang hanya diusung PDIP.


(UWA)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

6 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA