Polisi Kantongi 5 Alat Bukti Tetapkan Agus Tersangka

Achmad Zulfikar Fazli    •    Sabtu, 10 Oct 2015 17:30 WIB
mayat bocah dalam kardus
Polisi Kantongi 5 Alat Bukti Tetapkan Agus Tersangka
Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian dan Kepala BNN Komjen Budi Waseso----Ant/Lucky R

Metrotvnews.com, Jakarta: Polda Metro Jaya telah menetapkan Agus Dermawan sebagai tersangka pembunuhan PNF,9, yang jasadnya ditemukan terbungkus kardus di Kalideres, Jakarta Barat. Polisi mengantongi lebih dari alat bukti yang cukup buat menetapkan Agus sebagai tersangka.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Tito Karnivian menjelaskan, pihaknya punya lima alat bukti kuat dalam penetapan tersangka ini. Alat bukti yang ditemukan di antaranya berupa tiga keterangan saksi yang mengetahui kebiasaan korban dan tersangka.

"Ada lima alat bukti, keterangan saksi termasuk saksi-saksi yang mengetahui keberangkatan korban dan profil sekolah, kemudian ada sejumlah saksi yang mengetahui profil tersangka," kata Tito di Ruang Utama, Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Sabtu (10/10/2015).

Selain itu, polisi juga mendapatkan hasil alat bukti dari keterangan yang disampaikan tiga ahli terkait hasil DNA korban dan tersangka. "Penting sekali DNA pada kaos kaki, identik kaos kaki korban tapi ada jejak DNA tersangka. Kemudian jejak DNA korban dan jejak darah di rumah tersangka," terang dia.

Kemudian, polisi juga menemukan adanya kekerasan kepada korban dari hasil autopsi yang dilakukan Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Serta tiga buah dokumen yang memiliki kesusaian dengan penyidikan dalam menetapkan Agus sebagai tersangka.

Terakhir, kata Tito, alat bukti yang didapat berdasarkan dari keterangan tersangka. Dalam keterangannya, Agus mengakui membunuh PNF.

"Keterangan tersangka mampu menjelaskan dengan detail, rinci, logis dan rasional disertai kesesuaian olah tempat kejadian perkara," tegas Tito.

Seperti diketahui, jasad PNF, ditemukan dalam kardus pada 2 Oktober lalu. Kardus berisi mayat itu, ditemukan sekita pukul 22.00 Wib. jasad bocah itu baru terkonfirmasi satuhari kemudian, kala keluarga PNF melapor ke polisi bahwa PNF telah hilang sejak Jumat 2 Oktober.

Setelah melakukan rangkaian penyelidikan, kini Agus Dermawan ditetapkan sebagai tersangka kasus pencabulan dan pembunuhan PNF. Agus dijerat dengan Pasal 340 atau 338 KUHP Jo. Pasal 81 Ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 tentang perubahan atas Undang-undang RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Agus terancam hukuman pidana penjara seumur hidup.


(TII)