Suriah Minta PBB Cegah Serangan

   •    Senin, 02 Sep 2013 16:54 WIB
Suriah Minta PBB Cegah Serangan
Reuters

Metrotvnews.com, Beirut: Suriah meminta PBB mencegah "agresi apapun" terhadap negaranya setelah seruan yang dilontarkan Presiden Amerika Serikat Barack Obama untuk menghukum Damaskus karena serangan kimia bulan lalu.

Washington menyatakan lebih dari 1.400 orang - kebanyakan diantara mereka anak-anak, tewas dalam serangan terburuk di dunia sejak Saddam Hussein di Irak melakukan serangan gas terhadap ribuan orang Kurdi tahun 1988.

Aksi militer akan diajukan untuk diputuskan Kongres setelah libur musim panas tanggal 9 September.

Dalam sepucuk surat kepada Sekjen PBB Ban Ki-Mmoon dan Presiden Dewan Keamanan PBB Maria Cristina Perceval, Duta Besar Suriah di PBB  Bashar Ja'afari meminta "Sekjen PBB untuk memikul tanggung jawab dalam mencegah agresi apapun terhadap Suriah dan mendorong solusi politik krisis di Suriah".

Dalam seruan yang dikutip kantor berita Suriah SANA, Senin (2/9), Ja'afari meminta DK PBB "mempertahankan perannya sebagai katup pengaman guna mencegah penyalahgunaan kekuatan di luar kerangka legitimasi internasional".

Menurut  Ja'afari, Amerika Serikat harus "memainkan perannya sebagai sponsor perdamaian dan mitra Rusia dalam persiapan konferensi internasional mengenai Suriah dan bukan sebagai negara yang menyerang siapapun yang bertentangan dengan kebijakannya."

Suriah menyangkal penggunaan senjata kimia dan menuduh kelompok pemberontak menggunakan senjata terlarang. Sedikitnya 100.000 orang tewas dalam konflik Suriah yang dimulai Maret 2011.

Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry hari Minggu (1/9) mengatakan pengujian menununjukkan gas syaraf sarin ditembakkan di kawasan yang memberontak 21 Austus lalu.

Namun Ja'afari menegaskan Kerry "menggunakan cerita lama yang dikeluarkan teroris" berdasarkan foto-foto palsu dari internet. (Rtr/Asep Setiawan)


ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

6 hours Ago

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) berpendapat hilangnya sejumlah nama politisi yang seb…

BERITA LAINNYA