Kemenristekdikti Kaji Ulang Proses SNMPTN

Yogi Bayu Aji    •    Minggu, 11 Oct 2015 08:30 WIB
pendidikan
Kemenristekdikti Kaji Ulang Proses SNMPTN
Mahasiswa mengikuti Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2015/2016 Universitas Diponegoro (Undip) di Stadion Undip Tembalang, Semarang, Selasa (25/8). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Metrotvnews.com, Ambon: Kementerian Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) akan mengkaji ulang proses penerimaan mahasiswa pada jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Proses ini dinilai tidak lebih baik dari Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

"Setelah mendapatkan masukan dari para rektor, saya minta evaluasi SNMPTN yang selama ini dilakukan, dari hasil evaluasi tersebut akan kami kaji lebih dalam proporsi ke depannya seperti apa," kata Menristekdikti Muhammad Nasir usai menghadiri pertemuan tertutup Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) di Ambon, Sabtu (10/10/2015).

Menristekdikti mengatakan, berdasarkan laporan kajian sementara SNMPTN dan SBMPTN, kualitas mahasiswa pada dua jalur rekruitmen tersebut sangat berbeda. Kualitas dan prestasi akademik mahasiswa yang diterima melalui jalur tes SBMPTN jauh lebih baik dibandingkan dengan mahasiswa yang berhasil kuliah melalui jalur SNMPTN.

Dia menilai hasil ini tak sesuai dengan yang diharapkan. Padahal proses penerimaan mahasiswa melalui jalur SNMPTN mengandalkan besaran prestasi akademik, kesenian dan olahraga yang dinilai dari buku laporan pendidikan (rapor) semasa duduk di bangku SMA.

"Saya melihat laporan sementara, SBMPTN dilihat dari prestasi akademik (mahasiswa) lebih baik dari SNMPTN, ini yang harus kami kaji, apakah karena pengukuran SNMPTN tidak jelas atau bagaimana," papar dia.

Hasil evaluasi, kata dia, akan menentukan alokasi penerimaan mahasiswa pada jalur tersebut, besar kemungkinan tidak lagi 50 persen dari total jumlah mahasiswa baru yang harus diterima perguruan tinggi negeri setiap tahunnya. Kemungkinan alokasi penerimaan mahasiswa pada jalur SNMPTN akan disamakan atau bahkan lebih sedikit dari SBMPTN yang hanya sebesar 30 persen dari total jumlah mahasiswa yang diterima setiap tahun.

"Jumlahnya berapa persen akan dipertimbangkan, apakah nanti 40:40 atau 60:20 masih akan dikaji," pungkas dia. (Antara)


(OGI)

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

4 hours Ago

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) berpendapat hilangnya sejumlah nama politisi yang seb…

BERITA LAINNYA