BKPM Libatkan Bea Cukai Perkuat Desk Khusus Investasi Tekstil & Sepatu

Arif Wicaksono    •    Minggu, 11 Oct 2015 13:45 WIB
tekstil
BKPM Libatkan Bea Cukai Perkuat Desk Khusus Investasi Tekstil & Sepatu
Kepala BKPM Franky Sibarani. MI/Panca

Metrotvnews.com, Jakarta: Desk Khusus Investasi sektor Tekstil dan Sepatu yang diinisiasi BKPM bersama Kementerian/Lembaga lainnya langsung bergerak untuk melakukan fasilitasi terhadap permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh investor existing kedua sektor tersebut.

Menurut Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Franky Sibarani upaya melibatkan Bea dan Cukai penting dilakukan karena salah satu masalah yang dihadapi investor tekstil dan sepatu adalah maraknya barang ilegal dan produk pakaian bekas sehingga menggerus pasar produk yang dihasilkan, di tengah menurunnya daya beli masyarakat saat ini.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Ditjen Bea dan Cukai untuk sama-sama dan secepatnya mengatasi masalah peredaran barang illegal dan produk pakaian bekas. Di sini peran serta pelaku usaha yang patuh aturan dan asosiasi sangat membantu," jelas Franky dalam keterangannya, Minggu (11/10/2015).

Franky menambahkan langkah penanganan barang ilegal dan produk pakaian bekas ini merupakan respons atas salah satu dari empat permasalahan yang dihadapi investor tekstil dan sepatu, yaitu: membanjirnya produk ilegal dan pakaian bekas. Masalah lain yang dihadapi investor tekstil dan sepatu adalah meningkatnya biaya produksi akibat pelemahan nilai tukar rupiah, penurunan daya beli masyarakat, dan persoalan hubungan industrial yang dapat mengurangi produktivitas perusahaan.

Sementara itu, Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi menyatakan kesiapan lembaganya untuk menangani persoalan barang illegal dan produk pakaian bekas yang dihadapi oleh investor tekstil dan sepatu. Pihaknya sedang merumuskan langkah aksi bersama dengan BKPM dalam kerangka Desk Khusus Investasi Tekstil dan Sepatu.

“Kami tentu akan memperkuat Desk Khusus Investasi Tekstil dan Sepatu guna mencegah terjadinya PHK di kedua sektor tersebut,”jelas Heru.


(SAW)