Satgas Maksimalkan Operasi Udara Atasi Asap

Antara    •    Minggu, 11 Oct 2015 13:53 WIB
kebakaran lahan
Satgas Maksimalkan Operasi Udara Atasi Asap
Foto ilustrasi. (Ant/Feny Selly)

Metrotvnews.com, Palembang: Satuan tugas penanggulangan kebakaran hutan dan lahan Sumatera Selatan (Sumsel) berupaya memaksimalkan operasi pemadaman melalui udara atau water bombing terutama pada lahan gambut penyebab bencana kabut asap.

"Pemadaman lebih efektif dilakukan melalui operasi udara karena lokasi lahan yang terbakar sebagian besar berada pada posisi sulit dijangkau petugas operasi darat," kata Wakil Komandan Satgas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Sumsel Yulizar Dinoto di Palembang, Minggu (11/10/2015).

Menurut dia, untuk memaksimalkan operasi udara, akan mengerahkan seluruh personel dan peralatan pendukung dari Badan Penanggulangan Bencana daerah dan pusat, serta bantuan dari sejumlah negara asing seperti Malaysia dan Singapura.

Dalam kegiatan operasi udara, sekarang ini ada lima helikopter  dan dua pesawat yang dapat melakukan pengeboman air pada lahan yang terbakar serta melakukan teknologi modifikasi cuaca atau hujan buatan.

Dia menjelaskan, selain menambah peralatan operasi udara, pihaknya juga berupaya memanfaatkan bahan kimia untuk melakukan pemadaman api pada lahan gambut.

Berdasarkan evaluasi pemadaman kebakaran pada lahan gambut di beberapa daerah yang paling banyak terdapat titik panas seperti Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Musi Banyuasin. Penambahan bahan kimia pada air yang digunakan untuk pemadaman lahan terbakar bisa lebih cepat dan dapat mencegah kembali terbakar.

Bencana kabut asap mulai melanda Sumsel pada 25 Agustus 2015 hingga Oktober ini. Provinsi Sumsel berpenduduk sekitar 8,6 juta jiwa. Akibat asap lebih dari 30 ribu masyarakat Sumsel menderita penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) serta berbagai aktivitas masyarakat dan transportasi udara terganggu.


(SAN)