Kenaikan Bea Meterai Diupayakan Diterapkan di 2017

Suci Sedya Utami    •    Minggu, 11 Oct 2015 17:38 WIB
Kenaikan Bea Meterai Diupayakan Diterapkan di 2017
illustrasi. ANT/Rosa Panggabean

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan berharap kenaikan bea meterai progresif bisa diterapkan pada 2017.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Mekar Satria Utama mengatakan saat ini pihaknya tengah berupaya memasukkan usulan kenaikan bea materai progresif untuk bisa dibahas dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2016.

Toto, sapaan akrab pria ini menerangkan pihaknya sudah mendesain draf kenaikan bea meterai dalam sebuah revisi Undang-Undang (UU) Bea Materai. DJP berencana menyatukan kenaikan bea meterai menjadi satu tarif, yakni Rp10.000.

"Bea meterai diberikan jatah waktu setengah tahun. Kalau aturan terbit di awal tahun, mungkin di awal Juni bisa diterapkan. Cuma kan harus disosialisasikan dulu, jadi kalau nanti terbit di 2016, maka berlakunya pasti 2017," kata Toto seperti diberitakan Minggu (11/10/2015).

Hanya saja, lanjutnya, usulan ini harus bersaing dengan rencana kebijakan perpajakan lain, seperti revisi UU Ketentuan Umum Perpajakan (KUP), serta Rancangan UU Penghapusan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) untuk masuk ke Prolegnas tahun ini.

"Kita prioritaskan KUP dulu, tapi target semestinya revisi UU Bea Meterai bisa masuk Prolegnas tahun depan," terang Toto.

Toto menjelaskan, pemerintah mengusulkan tarif tunggal bea meterai tempel menjadi Rp10.000. Itu artinya, nantinya tak ada lagi meterai tempel senilai Rp3.000 dan Rp6.000 yang banyak beredar saat ini.

"Yang pasti hanya satu benda meterai, sekarang Rp3.000 dan Rp6.000, jadi tarifnya kemungkinan akan jadi satu Rp10.000," ujarnya.

Lebih jauh dia menyatakan, kebijakan ini akan diikuti kenaikan pengenaan bea meterai pada transaksi belanja dari semula Rp1 juta menjadi lebih dari Rp3 juta, Rp7,5 juta sampai Rp10 juta. Jadi ada biaya tambahan jika masyarakat berbelanja dengan nilai tersebut.

"Jadi bukan transaksi belanja Rp250 ribu, dikenakan bea meterai ya. Kalau belanja sebulan sampai Rp10 juta, boleh ya dikenakan bea meterai. Pembeli pasti menyimpan struknya kalau belanja ponsel Rp9 juta misalnya. Jadi bisa kita kenakan," jelasnya.









 
(SAW)