Menaker Hanif Optimistis Indonesia Siap Hadapi MEA 2015

Angga Bratadharma    •    Senin, 12 Oct 2015 10:40 WIB
mea 2015
Menaker Hanif Optimistis Indonesia Siap Hadapi MEA 2015
Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri (MI/PANCA SYURKANI)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mengaku optimistis Indonesia mampu bersaing secara optimal dengan negara-negara ASEAN lalinnya dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan diberlakukan pada akhir 2015.

"Dengan kemampuan sumber daya manusia yang kita miliki saat ini, kita siap memasuki MEA untuk kejayaan dan kesejahteraan bangsa Indonesia," ujarnya dalam sambutan yang dibacakan Staf Ahli Menteri Ketenagakerjaan Bidang Kebijakan Publik Bambang Satrio Lelono, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Senin (12/10/2015).

Optimisme itu disebut Hanif timbul dari potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam yang sangat besar di Indonesia sehingga dinilai mampu bersaing dengan negara lain. "Secara keseluruhan, kita telah memiliki sumber daya nasional yang baik, bahkan memungkinkan bagi kita untuk memiliki posisi tawar yang strategis dalam percaturan kerja sama internasional," ungkapnya.

Pemerintah Indonesia saat ini telah menetapkan 12 sektor prioritas yaitu pariwisata, kesehatan, logistik, penerbangan, komunikasi dan informatika, pertanian, kayu, karet, automotif, tekstil atau garmen, elektronik dan perikanan.
 
"Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah menyiapkan beberapa strategi kebijakan untuk mempersiapkan tenaga kerja. Pertama adalah percepatan penerapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKNNI) dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) di semua sektor," ujar Hanif.

Hingga Agustus 2015 telah ditetapkan 482 SKKNI untuk semua sektor. "Kita terus berupaya mendorong masing-masing sektor agar segera melakukan  penyiapan standar kompetensi tenaga kerja dan peta standar kompetensi di profesinya masing-masing," jelas Hanif.

Strategi kebijakan lain yang diambil adalah percepatan penerapan sertifikasi kompetensi kerja bagi pekerja Indonesia yang diakui secara nasional dan internasional. "Penerapan sertifikasi kompetensi kerja merupakan salah satu upaya peningkatan kompetensi tenaga kerja agar siap menghadapi persaingan," pungkas Hanif.


(ABD)