Menhan Bahas Konflik Go-Jek dan Ojek Pangkalan

M Rodhi Aulia    •    Senin, 12 Oct 2015 11:38 WIB
gojek
Menhan Bahas Konflik Go-Jek dan Ojek Pangkalan
Ryamizard Ryacudu. Foto: Ramdani/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Konflik antara layanan ojek berbasis aplikasi Go-Jek dan ojek pangkalan dibahas Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. Pensiunan tentara berpangkat jenderal ini menyesalkan pertikaian tersebut.      

"Sama-sama ojek, kok berkelahi ," kata Ryamizard di Kantor Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2015).

Menurut Ryamizard, konflik ojek tersebut membuat penerapan nilai-nilai Pancasila menjadi bias. Inti dari lima sila, kata Ryamizard, adalah tumbuhnya gotong-royong di tengah masyarakat Indonesia. "Bagaimana gotong- royong kalau tidak pernah bersatu. Ini perlu ditata," tukas dia.

Bekas Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini menegaskan, perlu sinergisitas antarsesama anak bangsa. Tidak hanya bagi ojek yang berkonflik, namun semua lapisan masyarakat lain.

"Bangsa ini kalau ingin besar, kita sendiri yang harus melakukannya. Menjaga kedaulatan, menjaga persatuan dan kesatuan. Alat utama sistem persenjataan (alutsista) itu nomor kesekian atau kecil. Yang paling utama adalah persatuan itu," tegas dia.

Ryamizard menegaskan, seluruh segenap komponen bangsa wajib menjaga keutuhan dan keselamatan bangsa. Selain itu, dapat mencintai tanah air melalui keberpihakan terhadap produk-produk lokal.

"Terutama pada saat pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Kalau dalam iklan itu ada, gunakan produk-produk dalam negeri," ujar dia.


(KRI)