Strategi Ahok Jebak Mafia Rusun

LB Ciputri Hutabarat    •    Senin, 12 Oct 2015 11:47 WIB
rusunawa
Strategi Ahok Jebak Mafia Rusun
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)--MI/Ramdani

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama geram, karena banyak oknum menjual unit rusun di Jakarta. Ahok mengaku, telah menyiapkan strategi untuk menjebak mafia rusun.

"Jadi ini jebakan batman saja sebetulnya. Saya paksa orang untuk ber-KTP sesuai alamat rusun," kata pria yang akrab di sapa Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2015).

Ahok menunjuk Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) ujung tombak pengawasan. Asumsi Ahok, jika masih ada rusun bermain, Disdukcapil pasti ikut di dalamnya. Sebab, Disdukcapil yang berhak mengeluarkan KTP.

"Kalau ada oknum rusun main kan berarti Dukcapil juga main. Kan saya bisa lihat (kalau ada oknum yang bermain) tinggal panggil Dukcapil minta datanya. Kalau lo (Disdukcapil) enggak mau kasih gua, gua pecat," ujar Ahok.

KTP, sambung Ahok, efektif mengawasi perjalanan mafia rusun yang berpindah-pindah untuk menjual unit rusun. Tak hanya KTP, ATM Bank DKI pun bakal dipergunakan sebagai media pengawasan.

Untuk sekarang, menurut Ahok, pengawasan mulai rutin dilakukan setiap Sabtu dan Minggu. Pengawasan dilakukan dengan cara pemeriksaan KTP tetap. Bahkan, Ahok mengklaim cara ini sudah membuat mafia rusun mulai menghilang.

"Rusun yang di Muara Baru, Marunda sudah pada kabur. Kita mau tangkap sudah pada kabur nih orang-orang (mafia rusun). Sudah mulai bagus," ungkap dia.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya memburu mafia yang menjual unit rumah susun sewa (Rusunawa) Muara Baru, Jakarta Utara. Semua Polres dikerahkan untuk membongkar permainan mafia rusun.
 
Kapolda Metro Jaya Tito telah menugaskan setiap polres untuk melakukan penindakan. Perintah tersebut berdasarkan arahan dari Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). "Saya minta polres-polres melakukan hal yang sama seperti Polres Jakarta Utara," kata Tito.


(YDH)