Anggota MKD Kecewa Novanto Tak Hadir Pemeriksaan

Githa Farahdina    •    Senin, 12 Oct 2015 17:28 WIB
donald trump
Anggota MKD Kecewa Novanto Tak Hadir Pemeriksaan
Junimart Girsang--Antara/Audy Alwi

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Junimart Girsang mempertanyakan ketidakhadiran Ketua DPR Setya Novanto untuk memberi keterangan. Kehadiran Novanto diwakilkan kepada Kesekjenan DPR.

"Padahal surat Kabiro sebelumnya menyatakan dari 5-8 Oktober beliau tidak bisa karena ada acara di Yogyakarta. Sehingga kami menetapkan jadi 12 Oktober," kata Junimart di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (12/10/2015).

Junimart menegaskan, Sekjen tak bisa mewakili Novanto. Politikus PDI Perjuangan ini menolak surat Novanto yang menyatakan politikus Golkar itu sudah memiliki jadwal kegiatan.

Namun, dalam surat yang diterima MKD menyebut Novanto memiliki agenda terjadwal. Kecurigaan Junimart muncul. "Saya tidak tahu harus percaya siapa. Tapi yang pasti itu surat dari Kesekjenan, padahal Kesekjenan bagian dari orang yang akan kami periksa," tambahnya.

Sementara Wakil Ketua DPR Fadli Zon, terang Junimart, tak datang karena meminta materi soal perkara tanpa aduan. Padahal, perkara semacam ini tak membutuhkan aduan karena masyarakat dinilai sudah tahu.

"Materinya sudah tahu, materi pertemuan dengan Mr Trump tanpa terjadwal dan bawa-bawa nama DPR," tegasnya.

MKD akan bersidang Senin 19 Oktober 2015. Ini merupakan pemanggilan terakhir untuk dua petinggi lembaga legislatif itu. Jika keduanya tak datang, MKD akan mengambil langkah sendiri.

"Sesuai dengan tata beracara seperti permintaan beliau, bisa kepolisian kita gunakan. Kan ada aturannya," ucap Junimart.

Sebelumnya, Ketua DPR Setya Novanto mengatakan akan menghadiri jadwal pemeriksaan Mahkamah Kehormatan Dewan. Novanto menghargai apa pun langkah yang diambil MKD untuk mendalami kasus dugaan pelanggaran kode etik dalam pertemuannya dengan Donald Trump, bakal calon presiden Amerika Serikat.

"Saya menghargai apa pun yang dilakukan MKD. MKD sudah melakukan kerja secara baik," puji dia.

28 September lalu, MKD tak bisa memeriksa Novanto. Saat itu, Novanto masih menunaikan ibadah haji. Sehingga pemeriksaan dijadwal ulang.


(YDH)