Review Game

Act of Agression, Game RTS Modern Seru dan Brutal

Riandanu Madi Utomo    •    Senin, 12 Oct 2015 17:44 WIB
review game indonesia
Act of Agression, Game RTS Modern Seru dan Brutal
Act of Aggerssion adalah salah satu RTS modern terbaik yang ada saat ini

Metrotvnews.com, Jakarta: Masa-masa kejayaan game real-time strategy (RTS) memang telah berlalu. Meskipun saat ini masih ada game RTS yang dirilis, kepopulerannya tidak sedahsyat di era tahun 2000-an. RTS memang memiliki beberapa keterbatasan, salah satunya adalah kontrolnya yang rumit sehingga hampir mustahil hadir di konsol.

Terlepas dari keterbatasan dan ketidakpopulerannya, beberapa pengembang justru masih ingin agar RTS kembali populer seperti saat masa kejayaannya. FOCUS Entertainment adalah salah satu pengembang tersebut. Setelah cukup sukses merilis seri game RTS War Game yang sangat rumit, kini mereka merilis RTS dengan gameplay yang lebih sederhana yaitu Act of Aggression.



Act of Aggression merupakan game RTS yang juga disebut-sebut sebagai penerus Command and Conquer Generals. Sekilas, gameplay-nya memang mirip karena Act of Aggression menghadirkan gameplay dengan tempo yang cepat dan sistem peperangan yang brutal, teapi sebenarnya game ini sangat berbeda dengan Command and Conquer Generals.

Di mana perbedaannya?

Pertama, Act of Aggression tidak memiliki unit builder. Semua bangunan dibuat di bangunan utama atau HQ. Setelah selesai, sebuah mobil konstruksi akan keluar dan secara otomatis akan membangun bangunan di tempat yang telah ditunjukkan sebelumnya. Sistem konstruksi ini lebih mirip dengan seri Command and Conquer Tiberium dan Red Alert ketimbang Generals.



Kedua adalah sistem perekonomiannya. Generals memiliki dua sumber daya, yaitu listrik dan uang (kecuali untuk fraksi GLA), sedangkan Act of Aggression memiliki empat tipe sumber daya, yaitu aluminium, minyak (oil), listrik, serta rare metal. Hal tersebut membuat manajemen perekonomian di Act of Aggression lebih sulit ketimbang Generals.

Ketiga adalah sistem ekspansi markas. Berbeda dengan Generals yang membebaskan pemainnya untuk membuat bangunan di mana saja, Act of Aggression justru membatasi pemain untuk membangun bangunan hanya di dekat HQ. Meskipun demikian, beberapa bangunan seperti refinery (tempat menambang sumber daya di map) bebas untuk ditempatkan di mana saja. Pemain juga masih bisa memperluas wilayah markasnya dengan membuat bangunan tambahan.



Keunikan lain yang dimiliki oleh Act of Aggression adalah fraksinya yang terdiri dari tiga fraksi yaitu Militer Amerika Serikat, Chimera, dan Cartel. Bagi saya, fraksi AS adalah fraksi yang paling membosankan. Tidak ada sesuatu yang baru yang saya dapatkan dari fraksi tersebut, dan teknologinya pun mengacu pada teknologi militer AS saat ini.

Chimera dan Cartel justru merupakan fraksi yang sangat unik. Chimera merupakan pasukan militer milik PBB, sedangkan Cartel merupakan pasukan PMC (Private Military Company). Keduanya sangat unik, baik dari sisi teknologi maupun unit-unit yang dapat dibuat. Hal tersebut membuat gamer harus beradaptasi terlebih dulu untuk memainkan kedua fraksi ini.



Bagi kami, Chimera merupakan fraksi yang dirancang untuk pemain yang gemar menyerang dengan infantri. Karena teknologinya yang maju, Chimera memiliki deretan pasukan infantri yang mematikan, seperti Grenadier dan Exosoldier yang dilengkapi dengan rangka robotik (exoskeleton suit) agar dapat berlari kencang meskipun membawa senjata berat. Exosoldier ini mirip dengan pasukan yang ada di film Edge of Tomorrow dan mampu menghancurkan tank dengan mudah. Exosoldier juga sangat efektif jika dimasukkan ke dalam bangunan.

Sementara itu, Cartel lebih berfokus pada efisiensi. Tidak seperti fraksi lainnya yang sangat bergantung dengan listrik sejak awal (terutama Chimera), setengah bangunan Cartel justru tidak mengkonsumsi listrik. Unit yang mengantar paket sumber daya ke HQ dan unit yang membangun bangunan pun berupa helikopter, bukan kendaraan darat. Hal ini membuat Cartel memilikin tingkat efisiensi yang paling besar dalam hal konstruksi dan pengumpulan sumber daya.



Game ini memang sangat seru ketika dimainkan baik dalam mode singleplayer skirmish maupun multiplayer. Kombinasi mekanis membuat pemain harus berpikir cepat untuk mengalahkan lawannya. Pertempuran juga semakin seru dengan adanya super weapon yang mampu menghabisi pasukan dalam sekejap.

Sayangnya, keseruan tersebut tidak kami dapatkan di mode singleplayer campaign. Mode tersebut terasa hambar dengan misi yang sama sekali tidak menarik untuk diikuti. Selain itu, Act of Aggression juga memiliki konfigurasi pintasan keyboard yang berbeda dengan game RTS pada umumnya. Hal tersebut membuat kami kebingungan ketika pertama kali memainkan game ini. Tidak hanya itu, game ini juga tidak memiliki tutorial yang lengkap, padahal mekanisme gameplay-nya tergolong rumit dan jauh berbeda dari standar game RTS pada umumnya. 



Kesimpulan

Act of Aggression bagi kami merupakan salah satu game RTS dengan tema modern yang terbaik di pasaran. Mode skirmish-nya sangat seru untuk dimainkan dan grafisnya pun tergolong sangat bagus serta ringan. Meskipun demikian, kami tidak menyarankan game ini kepada Anda yang mengincar carita dalam game atau ingin menguasai game ini secara instan.

Platform: PC
Developer: Focus Entertainment
Update Terakhir: 21 September 2015
Jenis: Real-time strategy
Situs Resmi: http://actofaggression-game.com/
 

Act of Aggression

 

7.8

  • + Grafis bagus dan ringan
  • + Gameplay seru
  • + Dua fraksi sangat unik
  • - Mode campaign membosankan
  • - Tutorial kurang bagus



(MMI)