Sleman Jadi Contoh Baik Penggunaan Dana Desa

Surya Perkasa    •    Senin, 12 Oct 2015 23:46 WIB
dana desa
Sleman Jadi Contoh Baik Penggunaan Dana Desa
Seorang petani membawa buah tomat di kawasan Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriono, Pekalongan, Jawa Tengah. ANTARA FOTO/Pradita Utama

Metrotvnews.com, Jakarta: Penggunaan Dana Desa di desa-desa wilayah Kecamatan Cangkringan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi contoh yang baik. Dana Desa langsung dipakai untuk pembangunan infrastruktur desa dan memperkuat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi Marwan Jafar menilai pemanfaatan dana desa di Sleman ini cukup bagus. Program mengena langsung ke masyarakat dapat dicontoh daerah lain. Kepala Desa daerah lain tidak perlu ragu jika selama dana desa digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan ekonomi desa.

"Kalau takut dan ragu-ragu memakai dana desa, maka pembangunan dan penyerapannya akan lambat. Ini kan tahap awal, makanya harus cepat," kata Marwan dalam keterangannya usai mengunjungi Desa Wukirsari, Cangkringan, Sleman, DIY, Senin (12/10/2015).

Marwan mengacungkan jempol saat melihat langsung proses pembangunan bendungan sungai di desa tersebut. Pencairan dana di desa Wukirsari sendiri sudah masuk tahap dua dan dalam proses pencairan tahap ke tiga.

Desa lain diharapkan dapat menjalankan programnya dengan baik dan tak perlu ragu. Sambil jalan, Kementerian Desa akan membenahi sistem, proses dan pertanggungjawaban Dana Desa.

Setelah keluarnya Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri, dana desa saat ini dapat digunakan dengan rencana penggunaan dana desa dan laporan yang sederhana. Soal RPJMDes dan RKPDes bisa dibuat menyusul.

"Makanya monggo, dana desa segera dibelanjakan," kata Marwan.

Total penyerapan dan penggunaan dana desa di Kabupaten Sleman sudah mencapai 60 persen. Penyerapan tahap pertama sudah 100 persen, tahap kedua masih dalam proses yang mencapai 40 persen, dan selanjutnya akan masuk tahap ketiga.


(SUR)