Dirjen Pajak Sebut Wajib Pajak Sebagai Pahlawan Bangsa

Suci Sedya Utami    •    Selasa, 13 Oct 2015 01:35 WIB
Dirjen Pajak Sebut Wajib Pajak Sebagai Pahlawan Bangsa
Ilustrasi. FOTO: Antara/Arief Priyono.

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Sigit Priadi Pramudito mengapresiasi masyarkat yang patuh membayar pajak. Sigit bahkan menyebut para wajib pajak merupakan pahlawan bangsa.

Sigit mengatakan, tanpa adanya masyarakat yang membayar pajak, maka negara ini tidak akan jalan. Sigit juga menyebutkan, tahun 2015 sebagai tahun pembinaan, sebab otoritas pajak akan membebaskan sanksi administrasi bagi para wajib pajak yang mau membetulkan Surat Pemberitahuan (SPT) pajak dalam lima tahun terakhir.

Sigit juga menyampaikan jika pihaknya mencoba mengubah paradigma dibenak masyarakat kalau otoritas pajak merupakan mitra, bukan musuh.

"Selama ini pegawai pajak dianggap seram karena tiap kali datang menagih pajak. Kita, pegawai pajak juga sama menganggap wajib pajak tukang bohong karena seringkali mengisi SPT tidak seperti sebenarnya. Nah sekarang kita setara, mempunyai kewajiban dan kewenangan masing-masing," kata Sigit dalam acara Tax Gathering Kanwil Pajak Jakarta Selatan 1 dan 2 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin (12/10/2015).

Selain itu, Sigit memastikan dengan sudah dinaikkanya gaji pegawai pajak, maka akan menjadi pembuktian bahwa Ditjen Pajak akan profesional, bersih, dan anti korupsi. Tugas Ditjen Pajak, kata Sigit, memastikan wajib pajak membayar pajak dengan iklas dan benar.

"Kita tidak minta wajib pajak ujug-ujug patuh 100 persen. Bertahaplah, kami mengerti itu," lanjut Sigit.

Menurut Sigit, tahun pembinaan ini juga sekaligus untuk mendorong kesadaran masyarakat membayar pajak. Pasalnya, rasio kesadaran membayar pajak atau tax ratio Indonesia barus sekitar 11 persen dari Produk Domestik Bruto. Hal tersebut lebih kecil jika dibandingkan dengan Malaysia yang sudah mencapai 16 persen dan Singapura yang tarif pajaknya kecil bisa sampai 18 persen.

Maka dari itu, lanjut Sigit, diharapkan dengan kesadaran masyarakat yang membayar pajak meningkat, tax ratio bisa naik 15 persen.

"Dengan tax ratio yang masih rendah, saya tidak menuduh wajib pajak ngemplang. Tapi itu kesalahan kami tidak memberi tahu apa itu pajak? digunakan dengan benar tidak? digunakan buat cawe-cawe tidak?," tandas Sigit.
(DEN)