Sah! Kucuran Modal bagi Perusahaan Negara Disepakati Rp44 Triliun

Suci Sedya Utami    •    Selasa, 13 Oct 2015 07:53 WIB
pmndpr ads
Sah! Kucuran Modal bagi Perusahaan Negara Disepakati Rp44 Triliun
Ilustrasi ruang sidang DPR. (FOTO: MI/SUSANTO)

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menyepakati besaran usulan penyertaan modal negara (PMN) Rp44,48 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2016.

Dalam rapat kerja antara panitia kerja (panja) Banggar dan Pemerintah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2015) malam, Pimpinan Sidang yang merupakan Wakil Ketua Banggar DPR, Said Abdullah  menyebutkan total PMN terdiri dari Rp34,32 triliun untuk perusahaan pelat merah di Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dengan penerima sebanyak 23 BUMN dari sebelumnya 25 perusahaan pelat merah. Terdiri dari PMN tunai sebesar Rp31,75 triliun dan PMN nontunai Rp2,57 triliun. Serta Rp10,16 triliun untuk perusahaan atau badan usaha di bawah Kementerian Keuangan.

Berikut daftar BUMN, penerima suntikan modal pemerintah baik tunai maupun nontunai yang sudah disetujui Banggar DPR, antara lain:

1. PT Krakatau Steel Tbk, PMN tunai Rp1,5 triliun dan nontunai Rp956,49 miliar.
2. PT Perkebunan Nusantara I (Persero), PMN nontunai Rp25,05 miliar.
3. PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero), PMN nontunai Rp32,78 miliar.
4. PT Perikanan Nusantara, PMN nontunai Rp29,40 miliar.
5. PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero), PMN tunai dari Rp 500 miliar menjadi Rp1 triliun.
6. PT Angkasa Pura II, PMN tunai Rp2 triliun.
7. PT INKA (Persero), PMN tunai Rp1 triliun.
8. PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PMN tunai Rp1,25 triliun.
9. PT Pelni (Persero), PMN nontunai Rp564,80 miliar.
10. PT Barata Indonesia (Persero), PMN tunai Rp500 miliar.
11. PT Asuransi Kredit Indonesia, PMN tunai Rp500 miliar.
12. Perum Jamkrindo, PMN tunai Rp500 miliar.
13. PT Bahana PUI (Persero), PMN tunai Rp500 miliar.
14. PT Hutama Karya (Persero), PMN tunai Rp3 triliun.
15. PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PMN tunai Rp2 triliun plus realokasi dari PT Reasuransi Rp250 miliar.
16. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PMN tunai dari Rp3 triliun menjadi Rp4 triliun.
17. Perum Perumnas, PMN nontunai Rp235,41 miliar plus realokasi PMN tunai dari PT Reasuransi Rp250 miliar.
18. PT Amarta Karya (Persero), PMN non tunai Rp32,41 miliar.
19. Perum Bulog, PMN tunai Rp2 triliun.
20. PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero), PMN nontunai Rp692,50 miliar.
21. PT PLN (Persero), PMN tunai Rp10 triliun.
22. PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), PMN tunai Rp1 triliun.
23. PT Pertani (Persero), PMN tunai Rp250 miliar plus realokasi jatah PMN Sang Hyang Seri sebesar Rp250 miliar.

Sementara untuk BUMN di bawah Kementerian Keuangan, Said menyebut, pemerintah siap menganggarkan suntikan modal senilai Rp10,16 triliun. Antara lain ditujukan untuk:

1. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) Rp1 triliun.
2. PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) Rp3,5 triliun.
3. PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) Rp1 triliun.
4. PT Geo Dipa Energi Rp660 miliar.
5. Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia Rp4 triliun.


(AHL)