Pembunuh PNF Terungkap, Warga Perketat Pengamanan

Wanda Indana    •    Selasa, 13 Oct 2015 11:19 WIB
mayat bocah dalam kardus
Pembunuh PNF Terungkap, Warga Perketat Pengamanan
Warga mengamati rumah bedeng milik Agus tersangka pembunuh dan pencabulan PNF. (Foto: MI/Arya Manggala)

Metrotvnews.com, Jakarta: Warga Rawa Lele, Kalideres, Jakarta Barat, memperketat pengamanan dan pengawasan anak-anak setelah kasus PNF meledak. Banyak warga mulai melarang anak-anak mereka bertemu dengan orang tak dikenal.
 
Aas, 36, misalnya, mengaku sejak pembunuh PNF terungkap, dirinya meningkatkan penjagaan kepada anaknya. "Bukan khawatir lagi, takut banget. Anak saya yang kelas 2 SMP selalu saya antar jemput sekolah. Saya bilang, kalau enggak dianter atau dijemput, jangan mampir ke mana-mana," kata Aas kepada Metrotvnews.com di Rawa Lele, Selasa (13/10/2015).
 
Aas membatasi waktu bermain anak. Ia juga melarang anaknya bermain terlalu jauh. Dia juga meminta anaknya bermain secara berkelompok. "Ke mana-mana jangan sendiri. Kalau main di sekitaran rumah saja, nggak boleh jauh-jauh. Itu pun harus sama saya. Sebelum Maghrib harus sudah di rumah," ujar ibu dua anak ini.
 
Hal serupa diungkapkan Sami, 44. Ibu 3 anak ini mengaku selalu memantau aktivitas anaknya. Dia tak mau kasus pembunuhan dan pelecehan seksual anak terjadi lagi. "Sekarang makin hati-hati. Jangan sampai kejadian terulang lagi," harap dia.
 
Polda Metro Jaya telah menetapkan Agus Dermawan, 39, sebagai tersangka pembunuhan PNF. Agus dijadikan tersangka setelah penyidik melakukan penyidikan di bedeng milik Agus, di Kampung Rawa Lele, Kalideres Jakarta Barat, Jumat malam. Alhasil, polisi berhasil menemukan sejumlah alat bukti untuk menjerat Agus.
 
Barang bukti tersebut berupa hasil autopsi yang dilakukan Rumah Sakit Polri. PNF diperkirakan tewas delapan hingga 12 jam sejak awal autopsi. Selain itu, polisi menemukan kekerasan benda tumpul di leher korban, juga sperma di vagina korban. Tak hanya itu, ada luka di anus korban.
 
Agus dijerat Pasal 340 atau 338 KUHP Jo. Pasal 81 Ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 tentang perubahan atas Undang-undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Agus terancam hukuman penjara seumur hidup.


(FZN)