BTPN Dorong Perluasan Akses Keuangan via Laku Pandai

   •    Selasa, 13 Oct 2015 12:09 WIB
btpn
BTPN Dorong Perluasan Akses Keuangan via Laku Pandai
Ilustrasi BTPN (FOTO ANTARA/Fanny Octavianus)

Metrotvnews.com, Denpasar: PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) mendorong perluasan akses keuangan melalui program layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka mewujudkan keuangan inklusif (laku pandai) bagi masyarakat di seluruh pelosok Indonesia.

"Laku pandai merupakan konsep revolusioner yang mengubah peta perilaku masyarakat dalam berbank. Merupakan suatu kebanggaan bagi BTPN untuk dipercaya menjadi salah satu pioner dalam inisiatif ini," kata Sales Management Head BTPN Wow! Moh Reza Rizal, seperti dikutip Antara, di Denpasar, Selasa (13/10/2015).

Dia menyebutkan, dari survei Global Financial Inclusion Index 2014, hanya 36 persen jumlah orang dewasa di Indonesia yang memiliki rekening di bank. Untuk itu, pihaknya menggagas BTPN Wow! yang merupakan layanan perbankan bagi pasar lebih luas dengan memanfaatkan teknologi semua jenis telepon genggam dan didukung jasa agen di daerah sebagai perpanjangan tangan BTPN.

"Agen tersebut memiliki posisi penting yang nantinya dapat ditemui seperti agen penjualan pulsa yang jangkauannya menyebar lebih luas hingga daerah terpencil," ungkapnya.

Agen itu, lanjut dia, dapat berbentuk badan hukum maupun individual yang diseleksi berdasarkan kriteria tertentu seperti rekam jejak bisnis, reputasi, lokasi, maupun kemampuan dan pengetahuan dari calon agen. Masyarakat bisa menikmati berbagai layanan perbankan seperti pembukaan rekening, tarik dan setor uang melalui agen bank tersebut dengan biaya yang sangat murah.

"Beberapa keuntungan menggunakan laku pandai tersebut di antaranya tidak ada biaya administrasi bulanan dan tidak ada jumlah setoran minimum. Fokus kami dalam menggarap pasar masyarakat berpenghasilan rendah serta pelaku usaha mikro kecil dan menengah," pungkasnya.


(ABD)

Miryam: Sejak Awal Saya Kecewa

Miryam: Sejak Awal Saya Kecewa

24 minutes Ago

Miryam mengaku mendapat tekanan selama menjalani pemeriksaan di KPK dan menyesalkan sikap jaksa…

BERITA LAINNYA