Kadin Salurkan Bantuan Modal Dorong Brand Lokal

Husen Miftahudin    •    Selasa, 13 Oct 2015 17:50 WIB
produk dalam negeri
Kadin Salurkan Bantuan Modal Dorong <i>Brand</i> Lokal
Ilustrasi. FOTO: REUTERS/Beawiharta

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perbankan dan Finansial, Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, efek ketidakpastian perekonomian global membuat nilai ekspor produk-produk Usaha Kecil Menengah (UKM) merosot drastis. Menurut dia, kondisi ini membutuhkan reorientasi agar produk lokal tidak terlalu rentan pada harga dan permintaan pasar global.

Ia mengungkapkan, basis industri dapat dirintis dari potensi daerah yang ada melalui pengembangan UKM potensial dengan membangun brand lokal unggulan yang menjadi andalan dan bisa masuk ke pasar global. Melalui dukungan pembiayaan maka diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi agar pemasaran produk-produk UKM lebih luas dan memiliki ciri khas brand lokal.

Dorongan pembiayaan modal tersebut untuk mengangkat usaha-usaha kecil potensial tingkat daerah ke market yang lebih luas. Kadin Indonesia melakukan pemberian bantuan pembiayaan yang disalurkan oleh PT Palapa Nusantara Berdikari ke beberapa UKM yang ada di daerah.

"Melalui bantuan pembiayaan yang disalurkan PT Palapa Nusantara Berdikari, sudah banyak UKM lokal yang maju ke level yang lebih tinggi. Kegiatan Palapa telah berlangsung di 26 provinsi," ujar Rosan dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (13/10/2015).

Rosan memaparkan, ada beberapa sektor-sektor potensial yang harus digarap serius demi peningkatan perekonomian seperti sektor pariwisata dan perikanan. Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mengalami gerak positif pada sektor industri jasa pendukung, sektor transportasi, dan properti sebagai penopang perekonomian daerah.

"Wisata bisa menjadi andalan. Tetangga kita Singapura perlu membangun wisatanya dari awal dan mampu menyedot wisatawan dalam jumlah besar setiap tahun. Dari sisi pembiayaan, anggaran yang dialokasikan untuk menggarap wisata kita sebenarnya jauh lebih kecil dibandingkan Singapura," papar Rosan.

Dengan merancang industri wisata yang baik, Rosan yakin sektor-sektor lain akan ikut terdorong. Industri kuliner yang berbasis perikanan, makanan olahan, dan racikan rempah-rempah daerah ini, dalam pandangan Rosan, sudah cukup dikenal ke beberapa negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand.

"Kita tentu berharap perekonomian nasional maupun global segera membaik. Namun, krisis pasti berulang dan kita membutuhkan fondasi yang lebih kuat agar tidak goyah lagi saat diterpa krisis. Penguatan industri dalam negeri adalah pilihan terbaik saat ini," pungkas Rosan.


(AHL)