Bos Freeport Nyaris Cium Tangan Rizal Ramli

Suci Sedya Utami    •    Selasa, 13 Oct 2015 18:17 WIB
freeport
Bos Freeport Nyaris Cium Tangan Rizal Ramli
Chairman Freeport-McMoran James R. Moffet. (ANTARA FOTO/Ismar Patrizki)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menko bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli membeberkan pengalamannya menghadapi petinggi Freeport-McMoran yang berkedudukan di Amerika Serikat (AS) terkait perpanjangan kontrak kerja.

Rizal, dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI, menceritakan kisahnya saat bertemu dengan bos Freeport pusat, James Moffet pada 2000. Saat itu dirinya merupakan ketua tim negosiasi antara Pemerintah Indonesia dengan pihak Freeport.

Rizal mengatakan, ketika itu James mengeluarkan tiga lembar kertas dengan nilai kontrak sebesar USD3 miliar. Namun dengan catatan, James meminta sejarah perpanjangan kontrak pada 1980-an dilupakan. Akan tetapi, Rizal tidak bisa merinci secara detail.

"Esensinya dia minta lupakan sejarah masa lalu, tapi dia bilang we ready to pay the government Indonesia USD3 billion," cerita Rizal, di Ruang Rapat Badan Anggaran DPR, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2015).

Rizal tak tergoda begitu saja dengan tawaran menggiurkan itu. Dengan kajian bisnis, Freeport bukan hanya terkait tambang di Indonesia. Perusahaan kakap tersebut telah mengambil daging dari kekayaan alam Indonesia dengan keuntungan luar biasa. James, kata Rizal, pada saat itu kaget dengan analisa tim Indonesia dengan menggunakan data-data New York Stock Exchange.

"Lalu saya bilang ke James, 'USD3 billion for you sangat kecil, kita minta USD5 billion plus renegosiasi soal royalti, limbah', dan dia setuju," tuturnya.

Setelah persetujuan tersebut, lanjut Rizal, James malah berceletuk agar dalam pertemuan selanjutnya jangan digelar di hotel yang saat itu menjadi tempat pertemuan, Hotel Mahakam. James meminta pertemuan dilakukan di tempat orang-orang kaya AS berada, yakni di Colorado.

Bahkan, kata Rizal, James tahu dirinya menyukai musik-musik klasik dan broadway serta menawari dirinya jika singgah di Negeri Paman Sam itu untuk menggunakan jet pribadi milik James.

"Saya waktu itu masih sangat muda, sangat sableng. Akhirnya saya gebrak meja dan berkata, 'James are you going to broadway? Lu pikir gue pemimpin negara Afrika? Lu bayar USD5 miliar'," tegasnya.

Setalah aksi gebrak meja itu, lanjut Rizal, James malah hampir mencium tangannya dan meminta maaf atas guyonannya tersebut.

"James yang berdiri di ujung nyaris cium tangan saya, bilang mohon maaf. Dia bilang, Dr. Ramli saya hanya ingin bersahabat, Anda ini orang yang ditakuti di Indonesia. Semua pejabat Indonesia ketakutan. Tapi kalau kita firm menegakkan kepentingan kita, enggak mudah disogok, mau kok mereka menyerah. James sekarang mau ketemu saya, tapi saya tolak," jelas dia.


(AHL)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

5 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA