Sprindik Palsu Bocor, BW Cuci Tangan?

   •    Jumat, 06 Sep 2013 16:32 WIB
Sprindik Palsu Bocor, BW Cuci Tangan?
MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Bocornya surat perintah penyidikan atau sprindik palsu atas nama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik yang di dalamnya memuat nama dan tanda tangan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto menimbulkan tanda tanya. Pasalnya, Bambang memilih pergi ke Bandung, Jawa Barat, beberapa jam setelah beredarnya sprindik tersebut

Kondisi itu memunculkan dugaan tak sedap. BW, panggilan Bambang, diduga 'cuci tangan' setelah potongan sprindik palsu beredar di media. Namun, Juru Bicara KPK Johan Budi SP menampik hal tersebut. Johan mengaku Bambang ada urusan di salah satu universitas di Bandung. "Pak BW pergi ke Bandung. Ada jadwal kuliah umum di Universitas Padjajaran," kata Johan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (6/9).

Saat ini pimpinan KPK sedang rapat buat menindaklanjuti beredarnya sprindik palsu yang disebut KPK sebagai ancaman pemberantasan korupsi. "Pimpinan sedang rapat untuk menindaklanjuti ini. Tadi tim pengawas internal sudah dipanggil untuk menelusuri dari mana asal muasal munculnya kopi dokumen yang seolah-olah sprindik ini," terang Johan.

Sebelumnya beredar dokumen mengenai Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (Sprindik) di kalangan media. Isi Sprindik itu menerangkan sebuah perintah untuk melakukan penyidikan tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara terkait proyek PT Kernel Oil Pte Ltd atau proyek-proyek lainnya yang diduga dilakukan oleh tersangka Jero Wacik selaku Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia.

Surat juga menerangkan dasar peningkatan status hukum Jero Wacik merujuk pada Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Republik Indonesia No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomo 21 Tahun 2002 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 99 tentang Pembernatasan Tindak Pidana Korupsi.

Dalam dokumen tertulis berupa perintah kepada empat orang penyidik KPK untuk segera bertugas melakukan penyidikan terhadap kasus suap SKK Migas. Sprindik berlaku sejak tanggal dikeluarkan di Jakarta, Agustus 2013 (tanpa tanggal), dan ditandatangani Wakil ketua KPK Bambang Widjojanto. Namun yang menarik, ada tulisan tangan yang menyebutkan "menunggu persetujuan presiden (RI-1)."


KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

6 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA