Apindo: Paket Kebijakan Ekonomi Gairahkan Investor Ritel

   •    Rabu, 14 Oct 2015 12:49 WIB
paket kebijakan ekonomi
Apindo: Paket Kebijakan Ekonomi Gairahkan Investor Ritel
illustrasi. ANT/Sigid Kurniawan

Metrotvnews.com, Kupang: Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) Fredy Ongko Saputra mengakui paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan pemerintah diapresiasi investor karena membuka peluang arus dana masuk ke Indonesia dan menguatkan nilai tukar rupiah.

"Salah satu kebijakan ekonomi jilid III yakni penurunan harga bahan bakar minyak (BBM), gas dan tarif listrik bagi industri dapat menekan beban biaya perusahaan di sektor aneka industri di antaranya automotif dan komponennya, tekstil dan elektronik direspons positif," katanya kepada Antara di Kupang, Rabu (13/10/2015).

Dia mengemukakan pandangannya itu terkait efektivitas kebijakan ekonomi dan dampaknya terhadap pergerakan kembali ekonomi nasional yang jatuh serta sentimennya terhadap penurunan biaya produksi dan biaya distribusi di pasaran.

"Beragam kemudahan hadir dalam paket kebijakan tersebut antara lain untuk kalangan ekonomi menengah ke atas, deregulasi untuk mendorong perbaikan iklim investasi dan percepatan proyek pembangunan, pemberian insentif perpajakan hingga penurunan harga energi bagi sektor industri," kata dia. 

Jadi, menurut dia, setelah paket kebijakan jilid I yang lebih banyak berisi deregulasi peraturan dikritik oleh banyak pelaku pasar karena dianggap tidak berdampak jangka pendek, respons lebih positif muncul setelah
pengumuman paket kebijakan jilid III.

Meski demikian, paket kebijakan ekonomi jilid I dan II telah mendorong daya saing industri nasional melalui deregulasi, debirokratisasi, serta penegakan hukum dan kepastian usaha. Setidaknya terdapat 89 peraturan yang dirombak dari sebanyak 154 peraturan yang diusulkan untuk dirombak.

"Sehingga, ini bisa menghilangkan duplikasi, memperkuat koherensi, dan konsistensi dan memangkas peraturan yang tidak relevan atau menghambat daya saing industri nasional," katanya.

Pemerintah juga, katanya, melakukan langkah penyederhanaan izin, memperbaiki prosedur kerja perizinan, memperkuat sinergi, peningkatan kualitas pelayanan, serta menggunakan pelayanan yang berbasis elektronik.

Terkait gairah investor dalam konteks nasional, katanya, nilai investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mengalami peningkatan pada triwulan I-2015 ketimbang periode yang sama tahun lalu. Sedangkan penanaman modal asing (PMA) turun.

Pada kuartal I-2015, katanya, investasi PMDN menyentuh angka Rp17,45 triliun atau meningkat 57,01 persen dibanding periode yang sama di 2014. Sementara itu, PMA sebanyak USD2,87 miliar. Angka tersebut, turun 17,92 peren ketimbang periode sama 2013.



(SAW)

Nasib Praperadilan Novanto

Nasib Praperadilan Novanto

52 minutes Ago

Secara materil gugatan praperadilan Novanto gugur sebagaimana disebutkan dalam Pasal 82 Ayat 1 …

BERITA LAINNYA