Pakar: KPK Perlu Periksa BW soal Sprindik Palsu

   •    Minggu, 08 Sep 2013 00:09 WIB
Pakar: KPK Perlu Periksa BW soal Sprindik Palsu
ANTARA/Widodo S. Jusuf/fz

Metrotvnews.com, Jakarta: Beredarnya foto surat perintah penyidikan (sprindik) palsu atas nama Menteri ESDM Jero Wacik dan Bupati Bogor Rachmat Yasin sempat membikin geger. Meski Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menyatakan sprindik itu palsu, tapi sejumlah kalangan menghendaki KPK membentuk tim independen guna mendalami kebocoran itu.

Hal itu seperti yang dikatakan pengamat hukum sekaligus mantan Ketua Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PBHI) Syamsuddin Radjab, saat dihubungi wartawan, Sabtu (7/9).

Syamsuddin menilai, KPK selaiknya membentuk tim buat memeriksa Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) selaku pihak yang nama dan tanda tangannya ada di sprindik yang dikatakan palsu tersebut.

"Pengawas atau penasihat KPK harus membentuk tim pemeriksa ad hoc independen untuk memeriksa BW sebagai penandatangan 'sprindik' tersebut," kata Syamsuddin.

Ia berpendapat, hal itu patut dilakukan karena kebocoran sprindik itu bisa melemahkan eksistensi KPK dalam pemberantasan korupsi. Jika kemudian terbukti, lanjut dia, KPK harus memberi sanksi pidana.

Selain itu, dia juga meminta KPK memeriksa pihak-pihak di internal dan eksternal, terkait sprindik palsu itu. Hal itu, kata dia, perlu dilakukan sebab patut diduga ada pihak tertentu di dalam KPK yang menjadi agen ganda. "Ada upaya kuat untuk menghancurkan citra dan kinerja KPK yang selama ini dinilai mengganggu kepentingan penguasa, politisi, dan pengusaha," pungkasnya.