2 Tahun Galeri Indonesia Kaya

Pelangi Karismakristi    •    Rabu, 14 Oct 2015 14:49 WIB
galeriindonesiakaya
2 Tahun Galeri Indonesia Kaya
Konfrensi pers jelang HUT ke-1 Galeri Indonesia Kaya--Foto: Antara/Teresia May (Str-Stringer)

Metrotvnews.com, Jakarta: Galeri Indonesia Kaya (GIK) genap dua tahun usianya. GIK hadir sebagai ruang publik edutainment budaya di pusat Ibukota, memberikan hiburan alternatif.

Jantung dari galeri di Grand Indonesia , Jakarta, itu adalah wanita cantik yang 'Indonesia banget'. Si cantik itu adalah Renita Sari Adrian, yang mengaku mendapat banyak inspirasi dari seniman hebat se-Indonesia.

GIK bermula dari keinginan Renita memiliki ruang publik bagi seni budaya Indonesia yang dikemas dengan konsep kekinian. Dilengkapi dengan panggung bagi seniman Indonesia untuk berinteraksi.

Keinginan Renita pun terwujud pada 10 Oktober 2013, dengan diresmikannya GIK dan dibuka untuk umum tanpa dipungut biaya apapun. GIK pun telah menyuguhkan lebih dari 700 acara budaya, dari musik, teater, dongeng, dan sastra.

Sebagai Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, Renita mengaku lebih banyak suka dari pada duka berada di posisinya. Sebab, niatnya menunjukkan kekayaan budaya Tanah Air sudah terwujud. 

"Senangnya karena melihat pekerja seni, baik senior maupun junior, mentransfer ilmunya. Kemudian berkolaborasi menghasilkan karya yang bisa dilihat publik," papar Renita kepada Yovie Widianto.

Ulang tahun GIK dirayakan secara sederhana, tanpa kemegahan. Sebanyak 11 seniman beda usia dan generasi hadir meramaikannya.

Salah satunya adalah kolaborasi penari beda generasi, yaitu Didik Nini Thowok dan Nila Rosinta. Didik Nini Thowok yang bernama asli Didik Hadiprayitno dikenal luas memiliki gaya tari unik dengan menggabungkan unsur tari klasik, folk, serta tarian modern. 

Sedangkan Mila Rosinta Totoatmojo sudah menari sejak kecil. Ia pun memutuskan mendalami ilmu tari dan belajar lebih banyak tentang menciptakan tari, memperdalam tradisi Jawa, dan belajar tari tradisi Jawa.

Penampilan kedua seniman beda generasi ini menceritakan dinamika hubungan generasi tua dan muda dalam kehidupan sehari-hari. Melalui gerakan tari yang menghibur ala Didi Ninik Thowok, cerita Canda Tua dan Muda berhasil mengundang tawa penonton.

Dalam perayaan ulang tahunnya, GIK tidak melupakan karya sastra yang dianggap kurang mendapat apresiasi. "Kami mempertemukan pujangga senior Sapardi Djoko Damono dan Dewi Lestari," terang Renita.

Selain itu, penyanyi muda jebolan salah satu ajang pencarian bakat turut memeriahkan ulang tahun GIK. Monita Tahalea berkesempatan mengisi drama musikal dan membawakan karya sastra Ismail Marzuki.

"Aku senang sekali. Teman-teman di Jakarta banyak yang menyaksikan dan mereka ingat bahwa Ismail Marzuki punya banyak karya yang luar biasa," ujar perempuan berparas cantik ini.

Penasaran dengan kemeriahan perayaan ulang tahun ke-2 GIK? Simak dalam program IDEnesia bersama Yovie Widianto di Metro TV pada Kamis (15/10/2015) pukul 22.30 WIB. Jangan lupa, ikuti kuis IDEnesia dan Galeri Indonesia Kaya dengan follow twitter @IDEnesiaTwit atau @IndonesiaKaya.


(LHE)