Bakal Direlokasi, Ini Permintaan Warga Bidaracina

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 14 Oct 2015 14:57 WIB
sodetan kali ciliwung
Bakal Direlokasi, Ini Permintaan Warga Bidaracina
Pemukiman Bidara Cina--MI/Galih Pradipta

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana merelokasi warga Bidaracina yang terkena dampak proyek sodetan Kali Ciliwung. Warga Bidaracina berharap agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
dapat memberikan uang ganti rugi sesuai dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).

"Ada pengganti dulu lah, agar masyarakat untung sesuai NJOP, kalau bisa di atas NJOP‎. Kami tidak mau rugi, Toh kami punya tanah di sini, dan ada bukti surat-suratnya," kata Sekretaris RT10/RW04, Joko Triono saat ditemui di kediamannya di daerah Bidaracina, Jakarta, Rabu (14/10/2015).

Joko mengungkapkan, setidaknya harga pantas untuk tanah yang dijual di pinggir kali sebesar Rp2,1 juta per meter. Harga pun semakin meningkat jika tanah yang yang dijual terletak sedikit naik dari pinggir kali.

"Kalau harga tanah saya di atas Rp2 juta, sama bangunan Rp4 juta. Nah itu harga yang pantas kalau pun mau digusur. Jangan sampai digusur, tapi kami rugi‎ hanya disuruh tempati rumah susun yang bebas biaya hanya tiga bulan. Itu rugi," keluh Joko.

"Warga yang terkena gusur di sini lebih dari 500 jiwa. Angka itu dari dua RW yaitu RW04 dan RW014. "RW‎014 itu ada 37 rumah yang kena, RW04 itu baru 10 rumah lah. Tapi paling banyak kena RW 014, dari 9 RT, ada 5 RT yang kena yaitu RT05, RT07, RT04, RT08 dan RT09‎‎," tutur pria berumur 57 tahun itu.

Warga Bidaracina lainnya, ‎Nani, 51, menambahkan, warga menginginkan ada fasilitas pembukaan usaha baru. Selain itu anak-anak sekolah bisa dipindahkan di tempat yang lebih baik, sarana dan prasarana pun harus lebih baik dari yang ada saat ini.

"Kita minta yang lebih baik, kalau dipindahkan yang tidak lebih baik, baik sarana dan transportasi kita enggak mau. ‎Masa kita harus adaptasi lagi, jadi perlu ada tambahan transportasi. Kalau sudah terpenuhi, semua instruksi dari pemerintah kita penuhi, asalkan bisa sejahterakan masyarakat. Kalau tadinya punya rumah, jadi tidak punya rumah, itu yang kami tidak suka," pungkas Nani.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, berjanji membayar ganti rugi tanah dan bangunan warga Bidaracina, Jatinegara, Jakarta Timur. Asal, warga bisa menunjukkan sertifikat tanah.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menggusur beberapa permukiman di Bidaracina untuk proyek sodetan Kali Ciliwung. Menurut Ahok, sertifikat tanah di Bidaracina yang akan terkena proyek sodetan atas nama Jiwasraya, Pemda, dan warga bernama Hengky Saputra.

Ahok memastikan, pemerintah hanya akan membayar ganti rugi kepada pemilik sertifikat. "Itu semua punya sertifikat. Kasus Bidaracina beda dengan Kampung Pulo. Jadi mereka sudah duduk di atas tanah sertifikat," ujar Ahok.


(YDH)