Warga Bidaracina: Hengky Saputra Bukan Pemilik Tanah

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 14 Oct 2015 16:14 WIB
sodetan kali ciliwung
Warga Bidaracina: Hengky Saputra Bukan Pemilik Tanah
Pemukiman Bidara Cina--MI/Galih Pradipta

Metrotvnews.com, Jakarta: Warga Bidaracina heran dengan pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang mengatakan  Hengky Saputra memiliki sertifikat tanah di Bidaracina. Sebab tak ada satu pun warga Bidaracina yang mengenal sosok Hengky Saputra.    

"Kami belum tahu identitas Hengky Saputra, saya sudah tujuh kali ganti Kartu Tanda Penduduk (KTP) di kampung sini (Bidaracina), tapi tidak pernah ken‎al namanya Hengky ini. Sosoknya saja enggak tahu, eh tahu-tahunya mengatasnamakan punya banyak tanah di sini," kata Sekretaris RT 10/RW04, Joko Triono, ketika ditemui di kediamannya di daerah Bidaracina, Jakarta, Rabu (14/10/2015).

Menurut Joko, tanah Hengky dan Pemda DKI Jakarta itu tidak ada di sini. Semua tanah asli dimiliki warga langsung Bidaracina. Jadi, tidak benar kabar tanah di sini milik Hengky dan Pemda DKI Jakarta.

"Pemerintah klaim kalau di sini tanah Hengky. Saya saja enggak tahu dia siapa. Saya minta suratnya mereka enggak bisa jawab. Terus tanah Pemda DKI Jakarta, warga di sini juga menekankan ke DPRD, mana suratnya kalau ini tanah Pemda, tapi mereka juga enggak bisa membuktikan," jelas dia.

Sebelum ada bukti nyata dari pemerintah terkait kepemilikan tanah di Bidaracina, warga masih tetap mempertahankan haknya sampai darah titik penghabisan. "Kami punya surat resmi, Kita di tahun 60-an ada pemetaan. Dulu suratnya PG, lokasi denah, lokasi tanah kita, sekarang IMB lah. Dulu sebelum ada PBB, dulu ada Irida, setelah itu ada Iuran Pemerintah Daerah (IPIDA), saya masih simpen. Jadi bukan orang liar, cuma mau di sertifikat pakai duit, duitnya mahal, tanahnya juga harus 200 meter kalau di sertiifikat.‎ Jadi ini tanah kita," cetus Joko.

Sebelumnya, Ahok mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menggusur beberapa permukiman di Bidaracina untuk proyek sodetan Kali Ciliwung. Ahok mengatakan sertifikat tanah di Bidaracina yang akan terkena proyek sodetan atas nama Jiwasraya, Pemda, dan warga bernama Hengky Saputra.

Ahok memastikan, pemerintah hanya akan membayar ganti rugi kepada pemilik sertifikat. "Itu semua punya sertifikat. Kasus Bidaracina beda dengan Kampung Pulo. Jadi mereka sudah duduk di atas tanah sertifikat," ujar Ahok.


(YDH)