Masih Terpasang Garis Polisi, Bedeng Agus Dermawan 'Diobok-obok' Warga

Deny Irwanto    •    Rabu, 14 Oct 2015 21:52 WIB
mayat bocah dalam kardus
Masih Terpasang Garis Polisi, Bedeng Agus Dermawan 'Diobok-obok' Warga
Sejumlah pekerja bangunan membawa bekas bongkaran bangunan di dekat bedeng milik Agus--Deny Irwanto/Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Jakarta: Tiga bangunan kontrakan milik orang tua Agus Dermawan yang berada di sebelah bedeng Agus dibongkar. Bangunan tersebut sudah kosong sejak tiga hari lalu.

Dari pantauan di lokasi sekitar pukul 15.30 WIB, pekerja bangunan juga mengambil beberapa potongan kayu yang berada di dalam bedeng Agus. Padahal garis polisi masih melintang di bedeng Agus tersebut, dan seharusnya steril dari kegiatan manusia

"Kontrakan orangtuanya itu ada tiga pintu, itu kontrakan berdirinya di tanah perumahan Citra. Dari kemarin yang ngontrak sudah pada pindah nyari kontrakan lagi. Sudah tiga sampai empat hari lalu pindahnya," kata salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Rabu (14/10/2015).

Pembongkaran diduga baru dilakukan pagi ini. Pasalnya, bangunan tersebut masih utuh pada Selasa, 13 Oktober kemarin.

"Baru liat ini dibongkar, kayanya baru tadi pagi deh. Cuma gak tahu itu orang suruhan siapa yang bongkar," lanjutnya.

Polda Metro Jaya telah menetapkan Agus Dermawan, 39, sebagai tersangka pembunuhan PNF. Agus dijadikan tersangka setelah penyidik melakukan penyidikan di bedeng milik Agus, di Kampung Rawa Lele, Kalideres Jakarta Barat, Jumat malam pekan lalu. Polisi menemukan sejumlah alat bukti untuk menjerat Agus.

Barang bukti tersebut berupa hasil autopsi yang dilakukan Rumah Sakit Polri. PNF diperkirakan tewas delapan hingga 12 jam sejak awal autopsi. Selain itu, polisi menemukan kekerasan benda tumpul di leher korban, juga sperma di vagina korban. Tak hanya itu, ada luka di anus korban.

Agus dijerat Pasal 340 atau 338 KUHP jo Pasal 81 Ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 tentang Perubahan atas Undang-undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Agus terancam hukuman penjara seumur hidup.
 


(AZF)