Pemerintah Berencana Beri Grasi Pengguna Narkoba

Arga sumantri    •    Rabu, 14 Oct 2015 23:19 WIB
narkoba
Pemerintah Berencana Beri Grasi Pengguna Narkoba
Ilustrasi tahanan BNN--MI/IMMANUEL ANTONIUS

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah berencana memberikan grasi bagi pengguna narkotika yang ada di rumah tahanan. Sekitar 1400 pengguna narkotika disebut bakal mendapat pengampunan dari Presiden Joko Widodo.

Kepala Humas Badan Narkotika Nasional (BNN), Kombes Slamet Pribadi membenarkan wacana pemerintah itu. Slamet menyebut wacana itu saat ini tengah dalam proses assesment (penilaian) oleh tim yang dibentuk pemerintah.

"Iya sedang di assessment, dipilih mana yang akan diberikan grasi. Grasi ini berhubungan dengan program negara untuk rehabilitasi pengguna," kata Slamet, Rabu (14/10/2015).

Pasal 54 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika menyebutkan bahwa pecandu narkotika dan korban penyalahgunaan narkotika wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

Rehabilitasi medis dilakukan oleh Kementerian Kesehatan, sementara rehabilitasi sosial oleh Kementerian Sosial. Pada tahun 2015, Kemensos menargetkan merehabilitasi 10.000 korban penyalahgunaan narkotika melalui 118 institusi penerima wajib lapor (IPWL).

Namun, anggota komisi III DPR, Nasir Djamil menilai pemberian grasi saat ini bukan waktu yang tepat. Selain itu, menurut dia, wacana itu bertentangan dengan sikap pemerintah yang telah menetapkan Indonesia darurat narkoba.

"Belum tepat kalau masih seperti ini, satu sisi Presiden Joko Widodo mengatakan sudah darurat narkoba. Tapi kok ada pihak yang mau memberikan grasi," ungkap Nasir.


(AZF)

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

1 day Ago

Miryam S. Haryani yang menyebut ada pertemuan anggota Komisi III DPR dengan pejabat KPK setingk…

BERITA LAINNYA