Penguatan Rupiah Belum Sesuai Fundamental

Eko Nordiansyah    •    Kamis, 15 Oct 2015 11:59 WIB
rupiah menguat
Penguatan Rupiah Belum Sesuai Fundamental
Menko Perekonomian Darmin Nasution (MI/RAMDANI)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai, penguatan nilai tukar rupiah hingga menyentuh level Rp13.200 per dolar Amerika Serikat (USD) belum sesuai dengan fundamentalnya. Diperkirakan, penguatan nilai tukar rupiah akan semakin pelan.

"Belum (nilai fundamental rupiah). Butuh berapa lama untuk ke fundamentalnya susah mengatakannya. Biasanya makin ke sana makin alot, pelan-pelan," jelas Darmin, di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis (15/10/2015).

Menurutnya, dalam beberapa bulan ke depan nilai tukar rupiah masih akan terpengaruh oleh kondisi global. Selain itu, sebelum akhir 2015 akan ada rapat Federal Open Market Committee (FOMC), yang diprediksi membuat nilai tukar rupiah kembali terpengaruh.

"Apakah sampai akhir tahun masih menguat? Belum tentu. Sebelum akhir tahun akan ada FOMC di AS, bisa jadi ada kenaikan suku bunga atau tidak. Menjelang ada rapat, USD menguat," terangnya

Dalam hal ini, Darmin meminta agar semua pihak tidak merisaukan kondisi tersebut. Sebab, penguatan nilai tukar rupiah masih akan terus terjadi hingga dua bulan ke depan dan pemerintah juga terus berusaha memperkuat nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamentalnya.

"Jadi ini adalah situasi yang harus dilalui. Jadi enggak terlalu risau, grogi, kita tetap bekerja. Rupiah bergerak arahnya ke sana (penguatan) masih ada," pungkas Darmin.



(ABD)