PDI Perjuangan dan Momentum Jokowi

- 09 September 2013 21:25 wib
ANTARA/Rosa Panggabean/ip
ANTARA/Rosa Panggabean/ip

Metrotvnews.com, Semarang: Saat ini merupakan momentumnya Joko Widodo atau Jokowi sehingga harus dimanfaatkan secara baik oleh PDIP.

Pengamat politik Universitas Diponegoro Semarang Teguh Yuwono menilai hal itu, setelah PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) menggelar Rakernas.
 
"Begini, pengalaman kepemimpinan di banyak negara, ada pemimpin yang muncul karena momen, disebut dengan 'momentum leader'. Pemimpin muncul di saat momentum yang tepat," kata Teguh Yuwono di Semarang, Jateng, Senin (9/9).

Pengajar FISIP Undip itu mengatakan sekarang ini merupakan momentumnya mantan Wali Kota Solo itu ketika banyak masyarakat mendambakan pemimpin seperti Jokowi yang kini menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Menurut dia, PDIP memiliki kesempatan untuk memanfaatkan momentum itu dengan menjagokan Jokowi sebagai calon presiden pada 2014, ketika tak ada tokoh internal lain yang sanggup menandingi popularitasnya.

"Saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDI Perjuangan kemarin kan kelihatan. Ada dorongan besar, baik dari internal dan eksternal untuk menjagokan Jokowi sebagai capres. Memang sekarang eranya Jokowi," katanya.

Permasalahannya, kata dia, momentum itu hanya datang sekali sehingga harus dimanfaatkan dengan baik dan sangat bergantung pada PDI Perjuangan apakah mau atau tidak untuk mengambil momentum tersebut.

"Contohnya, Amien Rais yang muncul saat reformasi. Momentumnya ya ketika 1998, habis itu kan redup. Wiranto juga sama, momentumnya ya 1998 itu. Sekarang ini sudah bukan momentum Wiranto lagi untuk maju," katanya.

Demikian pula dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang saat ini juga sudah hilang momentumnya, kata dia, sehingga sudah bukan saatnya lagi memaksakan diri untuk mencalonkan sebagai capres. "Sekarang tinggal keberanian PDI Perjuangan untuk memanfaatkan momentumnya Jokowi. Kalau ada anggapan sebaiknya Jokowi baru maju pada pemilu berikutnya (2019) bisa jadi sudah kehilangan momen," katanya.

Ia mengakui ada yang beranggapan bahwa Jokowi harus merampungkan dulu tugasnya sebagai Gubernur DKI Jakarta sebelum maju capres, tetapi banyak juga yang menginginkan Jokowi untuk maju ke Pilpres 2014 mendatang.

"Di banyak negara kan ada juga tokoh mengawali karier sebagai Presiden dari gubernur dulu. Kan tidak harus rampung dulu tugasnya sebagai gubernur baru menjadi presiden. Ini kan persoalan momentum," katanya.

Masyarakat, kata dia, sekarang ini mendambakan pemimpin yang muda, simpel, sederhana, demokratis, dan merakyat yang semuanya itu saat ini ada pada sosok Jokowi, belum ada tokoh lain yang bisa menandingi. (Antara)

()

Bakal calon presiden dari PDIP, Joko Widodo. -- Surya Perkasa

Teka-Teki Deklarasi Cawapres Jokowi

24 April 2014 21:51 wib

JOKOWI suguhkan teka-teki tentang cawapresnya.