Hari Cuci Tangan Sedunia

Mencuci Tangan dengan Sabun Bisa Mencegah Kematian

Satria Sakti Utama    •    Kamis, 15 Oct 2015 13:33 WIB
Mencuci Tangan dengan Sabun Bisa Mencegah Kematian

Metrotvnews.com, Jakarta: Data dari UNICEF dan WHO menunjukkan lebih dari 1,7 juta balita meninggal dunia akibat diare dan infeksi saluran pernafasan (ISPA) sepanjang 2013. Sebanyak 29 ribu kasus tersebut terjadi di Indonesia dan 21 persen korbannya adalah balita usia 12-23 bulan. 

Padahal pencegahannya sangat sederhana dan murah. Membiasakan diri menjaga kebersihan, terutama mencuci tangan dengan menggunakan sabun di bawah air yang mengalir. Perilaku hidup bersih dan sehat melalui kebiasaan cuci tangan pakai sabun, secara tidak langsung menurunkan risiko kematian akibat diare dan infeksi saluran napas (pneumonia) hingga 47 persen. 

Berangkat dari data tersebut, Lifebuoy memperingati Hari Cuci Tangan Dunia 2015 dengan menggelar kegiatan edukasi dan sosialisasi tentang pentingnya mencuci tangan memakai sabun. Kegiatan bernama Gerakan 21 Hari (G21H) ini telah berlangsung secara rutin selama lima tahun terakhir di 34 propinsi.

Kali ini kegiatan yang dilangsungkan serentak di 15 kota se-Indonesia, dibuka di pelataran Kantor Walikota Jakarta Barat, Kedoya, Jakarta Barat, Kamis (15/10/2015). Ditandai dengan Cap tangan oleh President Director PT Unilever Indonesia, Tbk. Hemant Bakshi, Kadinkes DKI Jakarta, dr. Koesmedi Priharto, Sp.OT, M.Kes, Head of Marketing Skin Cleansing and Body Care PT Unilever Indonesia, Tbk. Eva Arisuci Rudjito, produser film Nia Dinata serta seribuan murid SD dan ratusan ibu-ibu anggota PKK.

"Hari Cuci Tangan Sedunia menjadi momentum membuktikan keberhasilan kami mengedukasi pentingnya cuci tangan memakai sabun demi menjaga kesehatan hingga mencapai 70 Juta Tangan Indonesia Sehat," papar Eva Arisuci Rudjito. 

Sejak dimulai 2011 silam, hingga kini pemerataan edukasi telah melibatkan 50 rumah sakit serta 15.430 sekolah dengan 14.045.415 siswa didik dan tenaga pengajar. Sedangkan program yang ditujukan kepada PKK telah menjangkau 65.703.775 perempuan dan 3.250 petugas kesehatan.

Kadinkes DKI Jakarta, dr. Koesmedi Priharto, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan edukasi dan sosialiasi mencuci tangan dengan sabun ini. “Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun adalah satu dari sepuluh indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat yang dianjurkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kegiatan yang terlihat sepele namun terbukti efektif,” ujarnya.

Selaian edukasi dan sosialisasi mencuci tangan yang benar, Lifebuoy memfasilitasi penanaman kebiasaan yang baik itu dengan  dengan membangun infrastruktur sarana air bersih dan sanitasi di wilayah terpencil. Salah satunya di Desa Bitobe, Kupang, NTT. 

Warga desa terpencil ini sebelumnya selalu kekurangan air bersih. Mereka terpaksa memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan air minum, buang air dan mencuci. Tidak heran di sana tingkat kematian balita akibat diare dan ISPA cukup tinggi.

Inisiasi Lifebuoy di Bitobe tersebut menginspirasi Nia Dinata mendokumentasikan keseharian warga Bitobe. “Sebagai insan film, saya ingin berkontribusi membangun Indonesia yang lebih sehat, tentunya dengan keterampilan yang saya miliki. Kesempatan itu terwujud melalui film ‘Bitobe’ ini. Terima kasih kepada Lifebuoy yang memberi saya kesempatan untuk ambil bagian mewujudkan 70 Juta Tangan Indonesia Sehat,” ujar Nia.
 
(LHE)

KPK Masih Telusuri Dugaan Keterlibatan 7 Penyidik di Kasus KTP-el

KPK Masih Telusuri Dugaan Keterlibatan 7 Penyidik di Kasus KTP-el

6 hours Ago

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan pemeriksaan internal terhadap tujuh orang penyidi…

BERITA LAINNYA