Hinabi Minta Harmonisasi Bea Masuk kepada Jokowi

Desi Angriani    •    Kamis, 15 Oct 2015 14:14 WIB
Hinabi Minta Harmonisasi Bea Masuk kepada Jokowi
Pekerja mengatur sejumlah alat berat yang akan dikirim ke Sorong untuk kebutuhan tambang, di atas kapal pengangkutan, di Pelabuhan Paotere, Makassar, Sulsel, Sabtu (1/3).ANT/Ekho Ardiyanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Asosiasi Industri Alat Berat Indonesia (Hinabi) meminta Presiden Joko Widodo mengharmonisasi tarif bea masuk produk impor. Lonjakan barang dari luar berpotensi mematikan industri nasional.

"Ini tak akan kompetitif dengan bea masuk dari komponen," kata Ketua Hinabi Jamaluddin usai menemui Jokowi di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (15/10/2015).

Pemerindah diminta pula meninjau regulasi impor alat berat. Tujuannya agar industri dalam negeri tetap bisa bergeliat di tengah pelemahan ekonomi.

"Apabila alat berat itu diproduksi di Indonesia, tolong dicek lagi regulasi untuk impor alat beratnya. Jadi hal ini agar industri dalam negeri tetap tumbuh denga baik," ungkap dia.

Industri alat berat dalam negeri saat ini sedang dagdigdug. Produksi mereka saat ini paling besar hanya terserap pasar sekitar 40-50 persen dari 10 ribu kapasitas. Tak heran kalau kemudian ribuan pekerja sektor ini terpaksa di rumahkan.

"Kita sedang drop. Kita telah mengurangi karyawan sampai 4.000. Ini dampak negatifnya," kata Jamaluddin.

Gayung bersambut. Menteri Perindustrian Saleh Husein siap meninjau ulang regulasi produksi alat berat. "Kita akan berkoordinasi lagi," Saleh berjanji.
(ICH)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

21 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA