Pertemuan IORA Perdalam Isu Pembajakan di Laut

Fajar Nugraha    •    Kamis, 15 Oct 2015 14:52 WIB
iora
Pertemuan IORA Perdalam Isu Pembajakan di Laut
Direktur Kerja Sama Intra Kawasan Aspasaf Benyamin Charnadi (Foto: MTVN)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pertemuan Indian Ocean Rim Association (IORA) akan berlangsung 21-23 Oktober. Pembajakan laut turut akan dibahas.

Beberapa isu yang menjadi pembahasan mendalam adalah masalah pengungsi. Termasuk pula dengan pembajakan laut yang menjadi perhatian di wilayah Samudera Hindia.

"Piracy (pembajakan) di Somalia termasuk dalam enam prioritas kerja sama di IORA. Yaitu salah satunya kerja sama keamanan maritim, prioritas lainnya, trade and investment, fisheries management, disaster risk management, academic science and techonology cooperation and cultural dan tourism changes," ujar Direktur Kerja Sama Intra Kawasan Benyamin Charnadi, di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Kamis (15/10/2015).

"Pembajakan sudah lama masuk di kerja sama keamanan maritim. Tentunya dengan masuknya Somalia bisa diperdalam lagi pembahasan mengenai pembajakan," lanjutnya.

Somalia akan menjadi anggota baru dari IORA. Selain itu ada negara mitra yang turut serta dalam pertemuan ini. Negara mitra yang dimaksud adalah Inggris, Prancis dan Jepang, termasuk negara mitra baru, Jerman.

Pertanyaan timbul mengapa harus ada komitmen baru dalam IORA. Menurut Benyamin, sekarang tantangannya berbeda.

"Indonesia merasa untuk memperkuat arsitektur regional, perlu memperkuat dan mengelola situasi di Samudera Hindia," imbuh Benyamin.

"Pengalaman-pengalaman Indonesia bisa dijadikan sebagai titik tumpu di Samudera Hindia. Sudahtanggungjawab kita untuk meningkatkan regionalism di Samudera Hindia," tuturnya.

Benyamin menambahkan perlu juga meningkatkan kehidupan masyarakat di pesisir. Selain itu sudah menjadi keharusan meningkatkan hubungan dagang dengan Afrika, untuk masyarakat pesisir.


(FJR)