Temui Presiden, Pengusaha Pupuk Minta Peremajaan Pabrik

Desi Angriani    •    Kamis, 15 Oct 2015 16:15 WIB
pupuk
Temui Presiden, Pengusaha Pupuk Minta Peremajaan Pabrik
Ilustrasi,--Foto: Antara/Andreas Fitri Atmoko

Metrotvnews.com, Jakarta: Asosiasi Produsen Pupuk Indonesia (APPI) meminta Presiden Joko Widodo melakukan peremajaan terhadap tujuh pabrik pupuk yang dianggap sudah uzur.

"Dari 14 pabrik urea kita, 7 pabrik usianya di atas 30 tahun. Ini perlu kita lakukan peremajaan karena teknologi yang lama itu konsumsi energinya boros dibandingkan teknologi baru," kata Ketua Presidium Asosiasi Produsen Pupuk Indonesia Arifin Tasrif di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (15/10/2015).

Arifin menjelaskan, jika tidak dilakukan peremajaan ongkos produksi pupuk akan lebih besar. Juga boros energi. Ia berharap, produksi pupuk dapat meningkat 7 juta ton pada 2019.

"Dengan adanya pabrik-pabrik baru di Jawa, akan mengurangi transportasi dari Kalimantan dan Sumatera ke Pulau Jawa yang dampak cost-nya sampai US$50 juta," bebernya.

Selain peremajaan pabrik, pengusaha pupuk juga meminta keringanan toll fee gas atau tarif pengangkutan gas bumi melalui pipa. Sebab, uang untuk tarif tersebut terlalu tinggi.

"Kita harap juga bisa meringankan biaya produksi karena beban toll fee ini cukup, kami rasakan cukup tinggi. Bukan hanya pupuk, industri lain juga akan sangat membantu," kata dia.


(MBM)