Menkeu: Surplus Perdagangan Kabar Baik bagi Perbaikan CAD & Rupiah

Suci Sedya Utami    •    Kamis, 15 Oct 2015 17:22 WIB
neraca perdagangan indonesia
Menkeu: Surplus Perdagangan Kabar Baik bagi Perbaikan CAD & Rupiah
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Metrotvnews.com, Jakarta: Neraca perdagangan Indonesia sepanjang September mencatat angka surplus USD1,02 miliar atau secara akumulatif Januari-September yakni USD7,13 miliar. Bahkan, memecah rekor selama surplus di periode yang sama sejak 2012.

Menteri Keuangan (Menkeu) RI Bambang Brodjonegoro menyambut baik kabar surplus ini meskipun memang lebih dibantu oleh penurunan impor yang lebih tinggi dibanding perbaikan kinerja ekspornya.

Kendati tidak sehat karena jika impor turun terutama impor barang modal akan mempengaruhi pembangunan infrastruktur, namun Bambang menilai surplus perdagangan ini akan menekan defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD). Jika CAD bisa ditekan, maka dipercaya akan memberi penguatan pada mata uang rupiah.

"(Surplus) bisa menunjang untuk mengurangi CAD dan berpotensi untuk penguatan mata uang (rupiah)," kata Bambang ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (15/10/2015).

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan kinerja perdagangan Indonesia untuk September 2015. Dari laporannya, diketahui ekspor Indonesia mencapai USD12,53 miliar pada September 2015 atau turun 1,55 persen dibandingkan Agustus 2015.

Penurunan ekspor pada September 2015 lantaran menurunnya ekspor migas 5,2 persen dari USD1,53 miliar menjadi USD1,45 miliar. Ekspor nonmigas turun 1,06 persen dari USD11,19 miliar menjadi USD11,07 miliar. Total ekspor dari Januari-September 2015 turun 13,29 persen menjadi USD115,07 miliar. Atau turun 13,29 persen dibandingkan periode sama di 2014. Ekspor nonmigas mencapai USD100,7 miliar atau menurun 7,87 persen.

Sementara, untuk impor pada September mencapai USD11,51 miliar atau turun 7,16 persen dibandingkan Agustus 2015. Impor nonmigas September 2015 mencapai USD9,6 miliar atau turun 6,72 persen jika dibandingkan Agustus 2015 dan turun 19,29 persen jika dibandingkan September 2014.

Sedagkan impor migas September 2015 mencapai USD1,91 miliar atau turun 9,29 persen jika dibandingkan Agustus 2015. Secara kumulatif impor Januari-September 2015 mencapai USD107,94 miliar atau turun 19,67 persen dibandingkan periode sama di 2014.


(AHL)