Masih Minim, Baru 21 Perusahaan BUMN IPO

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 15 Oct 2015 18:32 WIB
beiipo
Masih Minim, Baru 21 Perusahaan BUMN IPO
Ilustrasi. FOTO/AntaraAzis

Metrotvnews.com, Jakarta: Bursa Efek Indonesia (BEI) mengklaim jumlah 21 perusahaan BUMN yang telah mencatatkan sahamnya di pasar modal masih sangat minim. Sebab, masih banyak perusahaan BUMN lain yang bisa melantai di bursa untuk mendapatkan dana segar. 

Direktur Utama BEI Tito Sulistio menjelaskan, minimnya emiten BUMN sangatlah disayangkan. Padahal berdasarkan data, setelah enam perusahaan BUMN melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) kinerja bisnisnya akan mengalami peningkatan.

"Setelah enam tahun, perusahaan BUMN melakukan IPO, kinerja mereka meningkat," kata Tito ketika ditemui di Ruang Komisi XI DPR RI, Jakarta, Kamis (15/10/2015).

Selama masa peningkatan tersebut, perusahaan BUMN ini meraup peningkatan dividen enam kali, serta jumlah pegawai yang meningkat tiga kali lipat. Maka dari itu, tidak benar jika privatisasi BUMN akan mengurangi jumlah pegawai BUMN.

Selain itu, pembayaran pajak perusahaan BUMN setelah melakukan IPO dalam kurun waktu enam tahun mengalami peningkatan empat kali.

Dia menegaskan, UU BUMN yang mengarahkan privatisasi sangatlah menyulitkan perusahaan BUMN untuk menjalankan IPO. Bayangkan saja, dari 13 BUMN, hanya delapan BUMN yang lulus merealisasikan IPO.

"Setelah UU itu ada 25 tahapan yang harus dilalui untuk IPO. Paling tidak ada 13 pasal dalam UU BUMN yang menghambat IPO BUMN, karena itu saya usulkan adanya UU privatisasi, jadi bukan UU BUMN," tutup Tito.



(SAW)