UGM Tawarkan Tiga Pilar Kelola Air Tanah

Ahmad Mustaqim    •    Kamis, 15 Oct 2015 20:31 WIB
krisis air
UGM Tawarkan Tiga Pilar Kelola Air Tanah
Seminar Nasional Kebumian ke-8 di Grha Sabha Pramana UGM. Foto: Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Ahli hidrologi dari Fakultas Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Heru Hendrayana, berharap pemerintah segera memikirkan payung hukum pengelolan sumber daya air di Indonesia. 

Sebab, pasca-Mahkamah Konstitusi membatalkan UU Nomor 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air pada Februari lalu, praktis UU Nomor 11 Tahun 1974 tentang Pengairan yang menjadi dasar hukum.

"Perlu segera dibuat dasar hukum agar kita punya fondasi yang kuat mengelola sumber daya air," ujar Heru dalam Seminar Nasional Kebumian ke-8 di Grha Sabha Pramana UGM, Kamis (15/10/2015).

Heru menawarkan tiga pilar yang bisa menjadi dasar pengelolaan air tanah di Indonesia. Tiga pilar tersebut yakni konservasi air tanah, pendayagunaan air tanah, dan pengendalian daya rusak yang didukung peran masyarakat dan swasta serta informasi air tanah.

Ia menjelaskan, tawaran tiga pilar itu mendasarkan pada dominasi masyarakat di Indonesia yang lebih banyak memakai air tanah. Oleh sebab itu, menjadi hal mutlak menjaga keseimbangan dan pengaturan antara sumber daya air permukaan dan sumber daya air tanah. "Aspek penggunakan air harus mendasarkan pada risiko," ujarnya.

Selain hal itu, Heru menambahkan, pemerintah harus melihat aspek pendayagunaan air tanah agar bisa menjamin pemenuhi air bagi warganya. "Pemerintah harus bisa menjamin kebutuhan air bagi masyarakat," kata dia.



(UWA)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA