Debu Batu Bara Kerek Penderita ISPA di Cirebon

Ahmad Rofahan    •    Kamis, 15 Oct 2015 22:16 WIB
polusi udara
Debu Batu Bara Kerek Penderita ISPA di Cirebon
Aktivitas bongkar muat batu bara di Cirebon. Foto: Metrotvnews.com/Rofahan

Metrotvnews.com, Cirebon: Polusi debu bongkar muat batu bara di Pelabuhan Cirebon, Jawa Barat, mengerek jumlah penderita infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) di Cirebon. Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Lucya Agung Susilawati menyebutkan ada peningkatan penderita ISPA di Kota Cirebon hingga 20 persen.

Ketika diminta pandangannya dalam pertemuan yang membahas bongkar muat batu bara di Pelabuhan Cirebon, Lucya mengatakan penutupan merupakan solusi terbaik untuk bisa menjaga kesehatan warga Kota Cirebon.

"Jika sumber polusinya yang tidak segera ditangani, maka percuma saja pengobatan yang dilakukan oleh puskesmas dan rumah sakit," kata Lucya, Kamis (15/10/2015).

Apabila partikel tersebut kumulatif bertahun-tahun menumpuk dalam alveoli, maka dipastikan pernafasan akan sangat terganggu. "Kalau partikel batu bara sudah masuk ke dalam saluran pernafasan hingga masuk ke alveoli, maka nanti akan terjebak di dalam dan tidak bisa keluar lagi," kata Lucya.

Menggunakan masker, kata dia, bukan juga merupakan solusi. Lucya menganggap masker yang banyak digunakan warga tidak akan mampu menahan partikel batu bara tersedot ke dalam pernafasan. 

Untuk mencegah debu batu bara itu masuk, masker yang digunakan harus sama dengan masker yang digunakan untuk antisipasi penyakit antraks ataupun SARS. “Masker standar tak bisa menahan partikel debu. Seharusnya, warga menggunakan masker untuk pencegahan virus antraks maupun SARS,” ujar Lucya.



(UWA)