Lipatgandakan Provisi, Laba BNI Kembali Normal di Kuartal III-2015

Eko Nordiansyah    •    Jumat, 16 Oct 2015 11:18 WIB
bni
Lipatgandakan Provisi, Laba BNI Kembali Normal di Kuartal III-2015
Ilustrasi BNI. (FOTO: MI/Atet Dwi Permana)

Metrotvnews.com, Jakarta: Manajemen PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat fundamental keuangan menghadapi gejolak ekonomi yang tidak menentu. Sejak kuartal II-2015, BNI melipatgandakan penyisihan pencadangan (provisi) hingga tercapai coverage ratio 138,8 persen.

Pada kuartal III-2015 ini, penyisihan pencadangan mencapai Rp6,40 triliun atau naik hingga 93,6 persen dibanding periode yang sama di 2014 yang sebesar Rp3,31 triliun (YoY). Dengan tambahan provisi ini, coverage ratio BNI per kuartal III-2015 mencapai 139,6 persen atau level tertinggi yang pernah dicapai BNI.

"Penguatan fundamental keuangan dengan meningkatkan penyisihan pencadangan ini berpengaruh pada laba bersih BNI di kuartal II-2015 lalu turun, namun pada kuartal III-2015, laba bersih BNI kembali normal," kata Direktur Utama BNI Achmad Baiquni, dalam siaran persnya, Jumat (16/10/2015).

Selama tiga bulan di kuartal III-2015, BNI berhasil mencatat laba sebesar Rp3,57 triliun atau sekitar Rp1,19 triliun per bulan, sehingga laba bersih BNI sampai dengan 30 September 2015 mencapai Rp6,0 triliun. Laba sebelum penyisihan pencadangan (provisi) juga meningkat 9,4 persen dari Rp12,75 triliun menjadi Rp13,95 triliun.

Selain itu BNI juga dapat menjaga posisi net interest margin (NIM) yang naik dari 6,1 persen di kuartal III-2014 menjadi 6,5 persen pada kuartal III-2015. Hasilnya, dari sisi pendapatan, total pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) hingga kuartal III-2015 ini mencapai Rp18,70 triliun atau naik 14,1 persen dibanding NII pada kuartal III-2014 yang hanya sebesar Rp16,40 triliun.

"Tidak hanya dari pendapatan bunga, sumber pendapatan lain, yaitu fee income, baik reccuring fee maupun non-recurring fee juga mengalami kenaikan, antara lain dari bisnis bancassurance, jasa pembayaran tagihan (bill payment) dan transaksi ATM," pungkas dia.

Sementara itu, dari sisi rasio permodalan, Capital Adequacy Ratio (CAR) BNI hingga kuartal III-2015 meningkat dari 16,2 persen menjadi 17,4 persen.


(AHL)

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

4 hours Ago

Salah satu yang akan dibahas dalam rapat MKD itu adalah status Setya Novanto sebagai kasus koru…

BERITA LAINNYA