Ini Penyebab Lemahnya Perlindungan Terhadap Anak

Anggitondi Martaon    •    Jumat, 16 Oct 2015 11:47 WIB
dpr ads
Ini Penyebab Lemahnya Perlindungan Terhadap Anak
Ilustrasi -- MI/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Aparat dinilai belum mengimplementasikan peraturan yang tertera dalam Undang-Undang Nomor 35 tahun 2015 dengan tegas.‎ Sehingga kasus kekerasan terhadap anak sering terjadi tahun ini.

"Untuk apa kita membuat Undang-Undang kalau tidak diimplementasikan dengan baik," kata Ketua Komisi VIII DPR Saleh Partaonan Daulay di Jakarta, Kamis (15/9/2015).

Menurut politisi Partai PAN ‎ini, koordinasi kementerian dan lembaga terkait terhadap data serta penanganan kasus kekerasan anak belum berjalan dengan maksimal. Belum adanya pemetaan yang dikeluarkan kementerian dan lembaga terkait terhadap daerah yang berpotensi atau sering terjadi kekerasan terhadap anak, tentunya membuat pemerintah sulit melakukan antisipasi dan perlindungan.
‎‎‎
"Kita berpendapat agar pendataan tingkat kekerasan terhadap anak harus dilakukan," ungkap Saleh.

Anggaran, jelas pria asal Sumatra Utara ini, berperan terhadap kinerja perlindungan dan antisipasi ‎kekerasan yang mengancam anak. Menurutnya, anggaran yang diberikan negara terhadap kementerian dan lembaga perlindungan anak masih sangat kecil.

"Contohnya anggaran yang diterima Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak pada 2014, yaitu RP217 milliar. Sedangkan anggaran Komisi Perlindungan Anak tahun kemarin hanya Rp12 milliar.‎ "Bagaimana kita mau melindungi anak-anak kita?" ungkap Saleh.

Jika ingin melakukan perlindungan, lanjut Saleh, harus ada action yang jelas. "Tapi untuk melakukan aksi dalam sebuah program itu kan harus ada anggaranya," tuturnya.


(NIN)