PSBI, Perusahaan BUMN Kereta Cepat Jakarta-Bandung Terbentuk

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 16 Oct 2015 11:58 WIB
kereta cepat
PSBI, Perusahaan BUMN Kereta Cepat Jakarta-Bandung Terbentuk
PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) terbentuk. (FOTO: MTVN/Dian Ihsan Siregar)

Metrotvnews.com, Jakarta: Konsorsium empat BUMN, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), dan PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero) resmi membentuk perusahaan patungan dengan nama PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI).

Perusahaan patungan ini telah merealisasikan penandatangan Joint Venture Agreement (JVA) dan Deed of Establishment dengan China Railway International, Co Ltd dalam mempercepat penyelenggaraan prasarana dan sarana kereta cepat Jakarta-Bandung.

Penandatanganan ‎JVA dan Deed of Establishment dihadiri oleh Direktur Utama Wijaya Karya Bintang Perbowo, Direktur Utama KAI Edi Sukmoro, Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman, Direktur Utama Perkebunan Nusantara VIII Dadi Sunardi, dan Chairman of Board China Railway International Co Ltd.

Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang terintegrasi dengan pengembangan kawasan pada lokasi persinggahan atau Transit Oriented Development (TOD) sepanjang koridor Jakarta-Bandung akan menjadi lokomotif tumbuhnya ekonomi regional. Adapun prioritas pengembangan TOD kereta cepat akan ditujukan di lima titik, antara lain ‎Walini.

"Melalui TOD, pemerintah daerah dalam hal ini provinsi Jawa Barat yang dilewati jalur kereta cepat dapat mengembangkan wilayah pertumbuhan baru dengan infrastruktur yang memadai, agar menjadi sentra bisnis, kawasan hunian, pusat pemerintahan, pendidikan, dan Wisata yang diinginkan masyarakat," kata Bintang, ketika ditemui dalam 'JVA Signing High Speed Railway of Jakarta-Bandung', di Hotel Pullman Thamrin, Jakarta, Jumat (16/10/2015).

Di Walini, kata Bintang, kelak akan dikembangkan kota baru yang menjadi sentra bisnis, maupun kawasan pemukiman yang bergengsi dan dapat dijangkau dari Jakarta hanya 30 menit melalui kereta cepat. Wilayah Walini, Cikalong, Bandung Barat ini akan dibangun kawasan bisnis berkelas internasional, MICE, Medical District, Research and Development (R&D) Center.

"Pembangunan infrastruktu‎r ini menjadi peluang bisnis bagi BUMN, khususnya anggota konsorsium untuk mengembangkan berbagai proyek yang akan berdampak positif bagi perusahaan. Ini adalah kesempatan emas bagi BUMN untuk menunjukkan kinerja baiknya," jelas Bintang.

Dadi mengatakan, perseroan bertekad untuk mengoptimalkan aset perusahaan yang dipimpinnya untuk mendukung pembangunan sentra bisnis maupun‎ kawasan hunian. Tanah perusahaan di Walini, kini tidak produktif dapat dimanfaatkan untuk pengembangan kawasan pemukiman yang lebih nyaman dengan udara pegunungan hijau dan menjadi kota yang ramah lingkungan.

"Ini bagian dari optimalisasi aset yang akan menopang kinerja perusahaan ke depannya," jelas dia.

Sementara itu, Dirut Kereta Api Edi menambahkan, hadirnya TOD bakal memberikan akselerasi pertumbuhan kawasan bisnis di Timur Bekasi dan Cikarang. Wilayah ini, akan tumbuh kawasan bisnis retail, pusat perkantoran, apartemen dan hotel berkelas bisnis maupun ekonomis.

Adityawarman menambahkan, Jasa Marga mendukung penuh konsorsium dalam memanfaatkan jalur jalan tol Padalarang secara paralel untuk jalur kereta Jakarta-Bandung. Dengan adanya jalur kereta yang bergandengan dengan jalan tol akan menjadi konfigurasi baru transportasi massa yang dapat meningkatkan daya saing Indonesia dalam kancah internasional.

"Ke depan, seluruh infrastruktur dan moda transportasi, baik dibangun BUMN maupun swasta harus terkoneksi untuk mencapai pemanfaatan yang optimal," pungkas Adityawarman.


(AHL)