AS Hadapi Krisis Pendanaan Mulai 3 November

   •    Jumat, 16 Oct 2015 12:42 WIB
ekonomi amerika
AS Hadapi Krisis Pendanaan Mulai 3 November
Menkeu AS Jack Lew. (FOTO: AFP/William)

Metrotvnews.com, Washington: Kebutuhan pendanaan Amerika Serikat (AS) akan mencapai batas pinjaman teratasnya pada 3 November. Hal ini mengakibatkan pemerintah kekurangan uang tunai yang diperlukan untuk membiayai operasi yang dianggarkan.

Menteri Keuangan AS Jacob Lew mengatakan dalam suratnya kepada Kongres bahwa kegagalan legislatif untuk menaikkan pagu pinjaman negara akan mengakibatkan kementerian keuangan tak dapat membayar semua kewajiban pemerintah, yang meliputi gaji, manfaat pensiun, utang, dan komitmen lainnya.

"Operasi pemerintah Amerika Serikat tanpa otoritas pinjaman, dan dengan hanya uang kas di tangan pada hari tertentu, akan sangat tidak bertanggung jawab," kata Lew, seperti dilansir AFP, sebagaimana dikutip dari Antara, Jumat (16/10/2015).

Pinjaman oleh kementerian keuangan mencapai pagu sekitar USD18,1 triliun beberapa bulan lalu, dan sejak itu telah mengambil langkah-langkah akuntansi luar biasa untuk memenuhi komitmennya. Tetapi dengan anggaran AS membawa defisit sekitar USD426 miliar pada tahun ini, negara perlu terus meminjam lebih banyak untuk menutupi kekurangan.

Namun, Kongres belum bertindak untuk menaikkan plafon. Saat ini, internal di Partai Republik sedang kisruh membicarakan siapa yang akan memimpin partai dan DPR. Lew mengkhawatirkan bahwa lembaga itu tidak akan mampu meningkatkan pagu pinjaman sebelum batas waktu November.

Lew memperingatkan bahwa tidak meningkatkan batas pinjaman bisa mengimbas ke dalam ekonomi dan merugikan peringkat kredit negara itu. Dia juga memperingatkan bahwa dipaksa untuk beroperasi pada saldo kas sangat rendah bisa menghambat operasi pemerintah dalam situasi darurat.

Kementerian keuangan memperkirakan saldo kas harian bisa mencapai serendah USD30 miliar, saat pemerintah membutuhkan minimal USD150 miliar demi keamanan.

"Mempertahankan saldo minimum ini membantu melindungi terhadap potensi interupsi pasar, yang di masa lalu telah disebabkan oleh peristiwa-peristiwa seperti Badai Sandy dan serangan teroris 9/11," tulisnya.

"Saya dengan hormat mendesak Kongres untuk mengambil tindakan sesegera mungkin, meningkatkan batas utang tanpa penundaan, dan menghapus ancaman yang tidak perlu untuk perekonomian kita," kata Lew.


(AHL)