Jelang Final Piala Presiden 2015

Manajer Persib Angkat Topi untuk Skema Pengamanan Final Piala Presiden

Alfa Mandalika    •    Jumat, 16 Oct 2015 14:55 WIB
piala presiden
Manajer Persib Angkat Topi untuk Skema Pengamanan Final Piala Presiden
Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar (kiri) usai menandatangani surat Pernyataan Sikap jelang pertandingan Final Piala Presiden 2015. (Foto: Ant/Fahrul Jayadiputra)

Metrotvnews.com, Bandung: Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar mengaku puas dengan skema pengamanan yang dipersiapkan pihak kepolisian jelang final Piala Presiden 2015 yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Minggu 18 Oktober. Melihat kinerja polisi, Umuh optimistis pertandingan akan kondusif dan Persib bisa tampil dengan nyaman di Jakarta.

"Saya sangat senang dan puas dengan skema yang akan diterapkan untuk pengamanan tim dan Bobotoh. Sekarang saya bisa tenang dan tim bisa bertanding dengan nyaman," kata Umuh Muhtar di Bandung, Jumat (16/10/2015).

Umuh mempercayakan pengamanan yang dilakukan tim gabungan kepolisian dan TNI selama final berlangsung. Menilik dari Komitmen Kapolri, Kapolda hingga Polres, serta dari TNI melakukan penjagaan, Umuh optimistis final Piala Presiden 2015 bisa menjadi momentum bagus bagi kebangkitan persepakbolaan di tanah air. Apalagi pengamanan dilakukan dengan personel terbanyak dan pemberlakuan Siaga I di DKI Jakarta.

"Mungkin ini baru terjadi untuk pertandingan sepak bola yang melibatkan pengamanan begitu banyak. Tak hanya mengamankan stadion dan tim, kepolisian juga mengawal suporter Persib yang mulai berangkat hingga pulang lagi ke Bandung," ungkap Umuh.

Menurut rencana, pengawalan akan dilakukan sejak Viking berada di dalam bus dan truk dari Bandung ke Jakarta. Sejumlah suporter Persib yang berangkat dari wilayah Jawa Barat lainnya juga akan dikawal polisi menuju Jakarta dan juga kembali ke kota asal seusai final.

"Tidak hanya tim. Bobotoh juga menjadi perhatian saya. Saya berharap tim dan bobotoh bisa selamat dan nyaman saat memberikan dukungan di Jakarta," harap Umuh.

"Saya tidak ingin pengalaman lalu terulang lagi, jadi saya ingin pastikan semuanya berjalan dengan aman," urainya. (Ant)


(HIL)