'Karpet Merah' untuk Sang Tamu

K. Yudha Wirakusuma    •    Jumat, 16 Oct 2015 16:26 WIB
piala presiden
'Karpet Merah' untuk Sang Tamu
Para Pemain Persib dan pemain Persija menunjukkan spanduk himbauan agar The Jak Mania dan Viking untuk bersatu ketika laga lanjutan Liga Super Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (27/5). Laga antara dua klub musuh bebuyu

Metrotvnews.com, Jakarta: Perang di media sosial kian meruncing jelang Persib Bandung kontra Sriwijaya FC di final Piala Presiden 2015. Uniknya, saling serang tidak melibatkan suporter Persib (Viking) dengan suporter Sriwijaya (Singamania). Justru, adu sindir terjadi antara Viking dengan suporter Persija Jakarta, The Jakmania.

Situasi itu mungkin terjadi karena laga pamungkas Piala Presiden 2015 bakal digelar di Stadion Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Maklum, The Jakmania selama ini diyakini tidak akur dengan Viking. Guna mengantisipasi kedua suporter ricuh, aparat kepolisian akhirnya mempersiapkan pengamanan secara ketat. Bahkan warga Jakarta harus rela menjadi kota yang berstatus siaga satu saat laga dihelat.

"Jakarta hari Minggu siaga satu," kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Tito Karnavian di Senayan, Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2015.

Polisi terpaksa menaikkan status menjadi siaga satu lantaran tidak mau kecolongan aksi anarkistis suporter sepak bola. Sebanyak 41 ribu polisi akan mengawal laga final Piala Presiden. Mereka akan disebar di beberapa titik. Khusus di dalam stadion, polisi yang siaga sebanyak 11 ribu personel.

Pihak kepolisian sengaja menyiapkan personel dalam jumlah yang banyak agar kejadian saat Persija vs Persib yang digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, 28 Agustus 2013 tidak lagi terjadi. Apalagi, pihak kepolisian sempat kecolongan lantaran keributan yang melibatkan Viking dengan The Jakmania pernah menelan korban jiwa, yakni tiga orang tewas, Minggu (27/5/2015) lalu. Salah satunya yaitu  Rangga Cipta Nugraha (22) korban tewas dikeroyok usai laga Persija Jakarta kontra Persib Bandung di SUGBK.

Kedua suporter ini sebetulnya punya niat untuk berdamai. Buktinya 'Janji suci' telah terucap pada 11 April 2014. Ketika itu, The Jakmania dan Viking berdamai dalam pertemuan di Bogor.

Janji damai tersebut dibacakan oleh perwakilan kedua suporter, dan ditandatangani oleh Ketua Umum Viking, Heru Joko dan Larico Ranggamone yang saat itu menjabat sebagai Ketua Umum The Jakmania.

Kesepakatan damai tersebut disaksikan pihak kepolisian yakni Direktur Binmas Polda Jabar, Kombes Pol Erwin C Rusmana dan Direktur Binmas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Edi Tambunan.

Bebekal semangat islah, 9 Mei 2014, ribuan The Jakmania berangkat ke Bandung untuk menyaksikan laga Persija kontra Persib. The Jakmania menumpangi 23 bus menuju Bandung.

Namun di Kilometer 66 tol Cikampek, 23 bus rombongan suporter Persija diberhentikan polisi dan diminta untuk pulang ke Jakarta. Entah apa yang menjadi penyulutnya, tiba-tiba bentrokan pecah, antara The Jakmania dan polisi.

Jakarta akan kedatangan tamu besar pada Minggu 18 Oktober.  'Karpet merah' rasanya bakal disiapkan untuk menyambut sang tamu yakni Viking dan Singamania. 

Sebanyak 1.200 polisi akan mengawal perjalanan suporter Persib yang ingin menyaksikan pertandingan final Piala Presiden 2015. Polisi mengawal Viking dari Bandung, Jawa Barat, hingga lokasi pertandingan di SUGBK, Jakarta.

Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian mengatakan untuk mempermudah proses pengawalan, suporter bakal menggunakan bus dari Bandung. Tak hanya itu, rute bus diharapkan melewati jalur yang telah disepakati.
 
"Kami harap bus semua menggunakan jalur Cikampek. Kemudian ada yang sebagian dari Banten. Kita upayakan mereka berangkat menggunakan bus," ujar Tito.
 
Sementara Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyatakan siap membantu agar final Piala Presiden 2015 berjalan dengan aman. Untuk mewujudkannya, Ahok mengaku sudah berkoordinasi dengan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil.

"Saya sudah koordinasi sama Ridwan supaya aman. Tapi minimal beliau datang pasti aman," kata pria yang akrab disapa Ahok di Hotel Millenium, Jalan Fachrudin, Jakarta Pusat, Kamis (15/10/2015).


(HIL)