Presiden Pantau Penindakan Impor Tekstil Ilegal

Suci Sedya Utami    •    Jumat, 16 Oct 2015 17:55 WIB
tekstil
Presiden Pantau Penindakan Impor Tekstil Ilegal
Presiden Joko Widodo (Foto: MTVN/Suci Sedya Utami)

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) turut memantau penindakan terhadap empat kontainer berisi barang tekstil ilegal yang berhasil diamankan otoritas Bea Cukai. Pemantauan ini dilakukan secara langsung untuk memaksimalkan penyelesaian terkait masuknya barang ilegal ke Tanah Air.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi mengaku senang, karena pemusnahan barang ilegal ini sesuai dengan perintah dari dirinya yang sebelumnya memerintahkan agar jajaran pemerintah membongkar oknum-oknum nakal yang dengan sengaja memasukkan barang ilegal ke Indonesia.

"Saya senang perintah saya dikerjakan hari ini," kata Jokowi, di lapangan parkir Kantor Pusat Ditjen Bea Cukai, Jalan Ahmad Yani, Jakarta Timur, Jumat (16/10/2015).

Dalam kesempatan ini, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani, dan Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi, serta Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Benny Soetrisno.

Sebelumnya, Senin lalu Jokowi mengumpulkan sejumlah menteri. Kepada para menterinya, ia mengungkapkan ada oknum dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan yang terlibat meloloskan barang impor tekstil.

"Di pelabuhan saya sudah mendengar bahwa ada banyak modus yang dilakukan, baik dalam penyelundupan bea masuk, PPh (Pajak Penghasilan) maupun PPN (Pajak Pertambahan Nilai). Ada tiga pihak yang kerja sama, importir, pengusaha pengurusan jasa yang berkaitan dengan kepabeanan, dan ketiga oknum terutama oknum Bea Cukai," ujar mantan Gubernur DKI Jakarta ini.


(ABD)

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

9 hours Ago

Salah satu yang akan dibahas dalam rapat MKD itu adalah status Setya Novanto sebagai kasus koru…

BERITA LAINNYA