Pembunuhan Ibu & Anak di Cakung

Saya sudah Lepaskan Anak Saya untuk Diadili

Ilham wibowo    •    Jumat, 16 Oct 2015 19:08 WIB
kasus pembunuhan
<i>Saya sudah Lepaskan Anak Saya untuk Diadili</i>
Lokasi pembunuhan Ibu dan anak--Metrotvnews.com/Husen Miftahudin

Metrotvnews.com, Jakarta: Keluarga terduga pelaku pembunuhan ibu dan anak di Cakung, Jakarta Timur, tengah terpukul. Bahkan Ayah Heri, Hasan, pasrah dengan apa yang dilakukan anaknya.
 
"Saya sudah melepaskan anak saya untuk diadili. Tidak tahu akan jenguk apa tidak nanti di penjara," tutur ayah Heri, Hasan ,60, di kediamannya di Penggilingan Cakung, Jakarta Timur, Jumat (17/10/2015).

Hasan menuturkan, sebagai ayah dia akan tetap mengaggapnya sebagai anak. Saat anaknya menjadi narapidana dalam kasus narkoba pun ia masih mengurus semua berkas milik anaknya. Namun, untuk kasus pembunuhan sadis kali ini ia enggan berkomentar banyak. "Dulu semua berkas saya urus, kali ini saya belum akan melakukan apapun," ucapnya.

Sementara itu ibu Heri, Wani ,60, mengatakan, kelakuan anaknya sekarang tergolong kejam. Lantaran berani menghabisi nyawa orang lain. "Saya terus terang, kalau kejadian sekarang kejam sekali," tuturnya.

Saat ditanya apakah akan membela anaknya. Hingga saat ini Wani pun belum terpikir akan menjenguk anaknya. "Bukan karena apa-apa, saya tidak tega melihatnya. Saya tidak menyangka. Kenapa anak saya jadi tersangka. Lemas saya mendengarnya," imbuhnya.

Wani mengatakan, ia tak pernah mencampuri urusan pekerjaan anaknya. Sebab, Heri kerap pulang malam tanpa saling bercerita dengan orang tua. "Saya sampai belum makan dua hari dengar berita seperti itu," tutur Wani.

Wani yang sehari hari bekerja sebagai petugas kebersihan di kompleks perumahan Aneka Elok itu kini memilih menutup rumahnya rapat-rapat.

Sebelumnya, Heri, terduga pembunuh Dayu Priambarita (45) dan Yoel Immanuel Lekono (5), tak lain tetangga korban. Fakta itu diketahui setelah kepolisian menggelar prarekonstruksi.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti mengatakan, prarekonstruksi dibutuhkan untuk mengetahui keterlibatan pelaku. Krishna tak mau buka mulut soal motif dan peran Heri.

"Tadi pagi kami menangkap tersangka. Kami belum bisa publish karena kami mengumpulkan satu dua bukti dulu. Kami akan gelar perkara langsung, karena kami hanya punya waktu 1 X 24 Jam," kata Krishna di Perumahan Aneka Elok Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Kamis (15/10/2015).

Dayu Priambarita, 45, dan Yuel Maheswara Leksono, 5, ditemukan dalam kondisi mengenaskan di dalam kamar rumahnya di Perumahan Aneka Elok, Blok A13 Nomor 8, Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Jasad korban ditemukan Heno Pujo Leksono, 46, suami Dayu, yang baru pulang kerja pada 8 Oktober.

Pada jasad Dayu terdapat luka terbuka di leher bagian kiri, dagu sebelah kanan, punggung kiri, dada kanan, dan ketiak kanan. Sementara Yuel meregang nyawa lantaran menderita luka terbuka di leher.


(YDH)